Pandemi Memaksa Pelaku Usaha Untuk Melakukan Transformasi Digital

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 24 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Hasil riset Google, Temasek, dan Bain di tahun 2020 memproyeksikan bahwa potensi ekonomi digital mampu menembus angka USD 124 miliar atau Rp1.700 triliun di 2025. Potensi tersebut tak ingin disia-siakan oleh WGSHub.

WGSHub merupakan venture builder/inkubator startup, yang membangun produk perangkat lunak, investasi sumber daya teknologi yang dibutuhkan, menelurkan ide dan membangun skalabilitas perusahaan rintisan.

Oleh sebab itu, Edwin Pramana, Direktur Utama WGSHub WGSHub saat ini telah menyiapkan sistem kemitraan dan juga sudah mempersiapkan ekosistem yang dapat dimanfaatkan UMKM dan perusahaan keluarga untuk mempercepat transformasi digital. Terlebih tanpa harus dibebani dengan mahalnya biaya programmer dan Infrastruktur IT.

“Hal tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah,” kata Edwin melalui keterangannya, dilansir dari Merdeka.com (23/08/2021).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, sebelum pandemi melanda, ada sekitar 8 juta pelaku UMKM yang tercatat go digital. Lalu bertambah sebanyak 3,7 juta pada 2020.

Sementara itu, masih ada 18,3 juta UMKM yang harus dikejar supaya naik kelas dalam 3 tahun ke depan atau 6,1 juta UMKM per tahun. Dengan demikian pada tahun 2023, ditargetkan 30 juta UMKM.

Pendiri dan Presiden Komisaris WGSHub, Ikin Wirawan juga membenarkan bahwa selama pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM ini, berimbas terhadap aktivitas ekonomi, terutama yang dirasakan oleh para pemilik perusahaan keluarga dan UMKM.

Maka itu, kebutuhan Go Digital atau digitalisasi oleh perusahaan keluarga dan UMKM meningkat tinggi, terutama saat ini ketika PPKM diberlakukan dan membatasi mobilitas, termasuk tingkat kunjungan ke pusat belanja atau ke toko.

“Di sinilah peran WGSHub sebagai Venture Builder menjadi solusi. Kami datang bukan sebagai vendor namun sebagai mitra,” kata dia.

Edwin mengakatan dengan strategi tersebut, maka perseroan mampu menargetkan dapat meraih 3 persen–5 persen dari total market digital tahun 2024 nanti dengan melahirkan startup-startup baru bersamaFamily Business dan SME. (Uli)