Pandemi Covid-19, Konsumen Memilih Beli Mobil Secara Tunai Atau Kredit?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 5 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Saat membeli kendaraan baru, biasanya konsumen akan dihadapkan pada pilihan pembayaran secara tunai atau kredit. Memilih pembayaran secara tunai berarti pemiliknya tidak perlu pusing memikirkan cicilan bulanan.

Sementara sistem kredit pengeluaran uang di awal rendah. Hanya saja ada kewajiban yang harus dibayarkan tiap bulan sampai mobil benar-benar lunas. Bahkan biaya bisa bertambah dengan denda jika menunggak pembayaran

Soal pembelian kendaraan secara kredit dan cash, Toyota menemukan fakta menarik. Jika sebelumnya, pembelian mobil didominasi dengan cara mengangsur, kini persentasenya berimbang.

Menurut Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), pembelian kendaraan Toyota baru, baik tunai maupun dengan cara menyicil jumlahnya relatif berimbang. Tahun lalu pembelian kendaraan Toyota cenderung dilakukan secara cash.

“Trennya agak swing dari waktu ke waktu. Saat ini sebenarnya hampir ­50-50. Cuman tahun lalu cash lebih tinggi, sekitar 55-45,” tutur pria yang kerap disapa Anton itu pada perbincangan pers virtual, dilansir dari Liputan6.com (03/08/2021).

Sebelum Pandemi

Ia menambahkan bahwa sebelum pandemi mayoritas masyarakat membeli mobil secara kredit. Namun saat pandemi, pihak lembaga pembiayaan tidak mau mengambil risiko. Leasing memberikan persyaratan pengajuan kredit yang ketat. Akibatnya, banyak konsumen mobil baru beralih ke cara tunai.

“Beberapa tahun lalu kredit lebih tinggi, kira-kira 55% kredit 45% cash. Tapi mungkin karena pandemi agak sedikit berubah. Jadi (pembelian) cash tahun lalu meningkat,” tutup Anton. (Uli)