Pakai Masker Saja Belum Cukup

FOTO: rahmat/indolinear.com
Sabtu, 12 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan berbagai upaya antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. Walhasil, Kabupaten Tangerang saat ini masuk dalam zona orange atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Angka kesembuhan pasien Covid-19 pun mencapai 90 persen, sedangkan angka kematian hanya 2,1 persen.

Berdasarkan data covid19.tangerangkab.go.id, Sabtu (12/12/2020), jumlah kasus  konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tangerang sebanyak 4.292 orang. Di mana, 116 orang dirawat, 180 orang diisolasi, 3.904 orang sembuh, dan 92 orang meninggal dunia.

Salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu RSU Kabupaten Tangerang, hingga kini masih menjadi rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Kendati demikian, rumah sakit di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Tangerang ini tetap menerima pasien selain kasus Covid-19.

“Sejak awal ditetapkan pandemi dan sebagai rumah sakit rujukan Covid, RSU Kabupaten Tangerang tetap memberikan pelayanan bagi pasien non Covid,” kata Dadang Kurniawan, Koordinator Lapangan Gugus Tugas Covid-19 RSU Kabupaten Tangerang.

Dadang menyebut, RSU Kabupaten Tangerang memiliki 75 kamar isolasi pasien Covid-19. Seluruh kamar itu sudah terisi. Mulai dari awal pandemi sampai sekarang, rumah sakit pelat merah ini telah menangani sebanyak 1.008 pasien Covid-19.

“Saat ini kami masih merawat 75 pasien di isolasi Covid,” ujar dia.

Adapun upaya agar pasien bisa sembuh, tidak hanya mengandalkan terapi secara medis saja. Namun saat perawatan isolasi, pasien diberikan edukasi untuk selalu semangat dan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Di sisi lain, guna mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan RSU Kabupaten Tangerang, tiap pengunjung diwajibkan memakai  masker, suhu tubuh tidak boleh melebihi batas 37,5 celsius, mencuci tangan di wastafel dekat pintu masuk, serta menerapkan phisycal distancing saat menunggu panggilan pelayanan.

“Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan pandemi ini segera berakhir,” ucap Dadang.

Sementara itu, sejak awal pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Tangerang gencar menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat. Akan tetapi, belakangan ini kerap ditemukan sebagian masyarakat menyepelekan hal tersebut. Seperti di area pasar, ada saja pedagang maupun juru parkir tidak memakai masker.

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, langkah utama pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 dilakukan melalui 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracking (penelusuran kontak), dan treatment (perawatan atau isolasi).

“Kemudian, kita mengimbau masyarakat untuk melakukan 4M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan menghindari kerumunan,” ujar Hendra.

Dia menekankan, memakai masker bukan satu-satunya cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Akan tetapi, memakai masker harus dibarengi dengan menjaga jarak, sering mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

“Di samping nanti ada lagi vaksinasi Covid ya, ini berbarengan dengan 4M tadi. Jadi enggak bisa satu-satu, tetapi harus secara bersamaan. Pakai masker saja belum cukup,” ucap Hendra.

Dia mengatakan, satgas penanggulangan Covid-19 rutin melakukan pemantauan tingkat ketaatan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk di pasar dan tempat umum lainnya. Apabila terdapat penurunan kesadaran masyarakat, maka satgas akan memperkuat upaya penerapan protokol kesehatan di wilayah itu.

“Bisa juga diimbau melalui spanduk-spanduk, kemudian meminta pengelola-pengelola pasar ataupun mal untuk memperingatkan lagi kepada pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Hendra.(srh)