Pada Jam Ini, Gairah Seks Pria Dan Wanita Sedang Memuncak!

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Kamis, 17 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Gairah seks pada setiap orang bisa muncul kapan saja. Ada yang bergairah ketika melihat konten berbau seksual atau mendapatkan rangsangan dari pasangan. Tapi ada pula yang merasa bergairah begitu saja. Sebagian besar hal itu terjadi karena pengaruh hormon.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan sex toy terhadap 2.300 orang dewasa, ada perbedaan waktu antara pria dan wanita menyangkut waktu meningkatnya gairah seks. Menurut survei tersebut, pria paling sering terangsang di pagi hari, tepatnya pada pukul 07.54. Sedangkan wanita lebih sering terangsang di malam hari pada pukul 23.21. Di jam tersebut, gairah seks pria dan wanita bisa dibilang sedang memuncak.

Meskipun data survei tersebut tidak bisa dibuktikan secara akurat, namun tak ada salahnya memerhatikan waktu yang tepat untuk bercinta. Hal ini penting guna menentukan rangsangan seperti apa yang hendak diberikan kepada pasangan.

Di sisi lain, ada data yang menyebutkan tingkat testosteron pria paling tinggi di pagi hari. Lalu kadar testosteron wanita sedikit bervariasi pada siang hari dan lebih berdasarkan pada siklus menstruasi.

Mengenai hal ini, dokter ob-gyn dari Los Angeles, Allison Hill, MD angkat bicara. Menurutnya jadwal dan preferensi untuk bercinta pada pria dan wanita tidak serta-merta menjadi ‘harga mati’. Sebab gairah seksual dipengaruhi oleh banyak hal, terutama pada wanita.

“Hal yang harus dipikirkan adalah gairah seks pada wanita sangat rumit. Sebagian besar dipengaruhi oleh sisi psikologis. Gairah seks wanita bergantung dari perasaanya terhadap diri sendiri dan seksualitasnya,” ujar Hill, dikutip dari Okezone.com (16/10/2019).

Dirinya menjelaskan, ketika wanita merasa percaya diri dan seksi, mereka akan lebih terbuka untuk bercinta. Mereka juga memiliki peluang besar untuk tetap mencapai klimaks meskipun waktu bercintanya berbeda dengan yang disebutkan di atas. Lalu ada hal lain yang bisa membuat wanita bergairah, yaitu mengesampingkan rasa bersalah.

“Keinginan wanita untuk bercinta dapat bersifat psikologis, relasional, fisik, atau kombinasi dari ketiganya. Semuanya dapat berubah tergantung dengan peristiwa yang terjadi pada saat itu,” ujar konsultan hubungan, Stephanie Buehler, Ph.D.

Ia menambahkan, banyak wanita yang menginginkan kedekatan dengan pasangan mereka sehingga mereka berharap lebih banyak hubungan seksual. Oleh karenanya, daripada menunggu waktu yang tepat untuk bercinta, pria bisa memanfaatkan hal tersebut.

“Wanita sering tidak merasakan keinginan untuk bercinta sampai setelah melakukan foreplay. Jadi jangan ragu untuk memberikan rangsangan,” pungkas Buehler. (Uli)

INDOLINEAR.TV