PAD Sepakat Rp 2 Triliun, APBD Tangsel Capai Rp 3,9 Triliun

FOTO: ded/indolinear.com
Minggu, 20 Oktober 2019

Indolinear.com, Tangsel – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan finalisasi terhadap pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.

Rapat finalisasi KUA-PPAS yang berlangsung di kantor DPRD saat itu dipimpin oleh Ketua DPRD Tangsel Abdul Rosyid, didampingi Wakil Ketua I DPRD Iwan Rahayu, wakil ketua II Li Claudia Chandra, Wakil Ketua III Mustopa serta dihadiri oleh ketua Tim TAPD Muhamad dan OPD lainnya.

Dalam finalisasi KUA PPAS tersebut, Tim Banggar DPRD Tangsel dan TAPD sepakat menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tangsel sebesar Rp 2 Triliun pada anggaran 2020.

Kepala Bapedda Kota Tangsel Taher Rachmadi mengatakan, rencananya, Rancangan Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020 yang akan disahkan oleh kalangan DPRD Tangsel berkisaran diangka Rp. 3,9 Triliun. Taher menyebutkan, dalam RAPBD 2020 itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 2 Triliun, Dana Perimbangan sebesar Rp. 838.250.368.369 Miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 690.646.865.412 Miliar.

Kemudian, belanja langsung berkisar Rp. 2,828.262.159 Triliun dan belanja tidak langsung berkisar di angka Rp 1,084.705.359 Triliun.

Terkait anggaran 2020, Taher menyebutkan, di dalam KUA dan PPAS 2020 itu, terdapat sejumlah program kegiatan pembangunan skala prioritas yang telah disepakati secara berurutan mulai dari musrenbang kecamatan dan kota.

“Masih fokus pada pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Infrastruktur, Kesehatan dan Sarana prasarana Kota. Untuk RAPBD 2020 yang nanti akan disahkan diangka Rp. 3,9 Triliun,”katanya, Minggu (20/10/2019).

Sementara itu, Sekda Kota Tangsel Muhamad mengatakan, setelah KUA PPAS ini selesai dibahas pada selasa depan sudah akan di paripurnakan.

“Kemungkin selasa depan di paripurnakan APBD Tangsel,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Tangsel Iwan Rahayu mengatakan, kenaikan PAD Tangsel menjadi Rp 2 Triliun sangat realitas. Sebab ada banyak potensi yang selama ini tak dioptimalkan pemerintah daerah. Untuk itu, kalangan DPRD Tangsel terus mendorong eksekutif untuk melakukan inovasi dan terobosan menggali sumber-sumber potensi yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Untuk tahun ini PAD Tangsel ada kenaikan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Makanya dewan akan terus dorong eksekutif untuk mengali potensi sumber penghasil PAD,”ungkapnya.(Ded)

INDOLINEAR.TV