Pabrikan Ini Daur Ulang Botol Plastik Untuk Dijadikan Material Komponen Mobil

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 30 Juni 2020
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Untuk menekan angka limbah, produsen otomotif memutar otak agar bisa menemukan cara produksi yang ramah lingkungan.

Salah satu tindakan ramah lingkungan dibuat General Motors, Ford, dan produsen otomotif lainnya yang mulai melirik daur ulang.

Raksasa-raksasa otomotif ini dilaporkan telah menyiapkan fasilitas yang dirancang untuk menyulap plastik daur ulang sebagai bahan dasar baru untuk komponen mobil.

Dikutip dari dilansir dari Liputan6.com (28/06/2020), fasilitas ini akan mengubah sampah plastik menjadi serpihan yang akan digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk, misalnya karpet mobil, bodi mobil, dan pelapis roda.

Berdayakan Tuna Wisma

General Motors diketahui menggandeng 11 perusahaan untuk mendaur ulang botol plastik. Hasilnya akan digunakan untuk membuat komponen penyaring udara dan insulasi peredam bising.

Tak hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih, perusahaan ini juga memberdayakan tunawisma dalam program “Do Your Part”.

“Tujuh botol plastik digunakan untuk peredam kebisingan di mesin Chevrolet Equinox V6 2017 dan 6 botol untuk komponen penyaringan udara yang digunakan di 10 fasilitas General Motors,” kata General Motors Global Manager, Bridget Burnell.

Gunakan 250 Botol Plastik untuk 1 Mobil

Perusahaan otomtoif ini menggunakan plastik daur ulang dari 250 botol untuk satu unit mobil. Rata-rata plastik digunakan untuk membuat komponen.

Perusahaan ini optimistis bisa menekan sampah plastik di dunia dengan cara produksi yang ramah lingkungan.

“ Kami melakukannya karena masuk akal secara teknis dan ekonomis. Bahan ini sangat cocok untuk komponen mobil dan sangat fungsional,”kata Design Engineer Ford Motor Company, Thomas Sweder. (Uli)

Pernahkah mendengar penelitian yang menyebut sampah plastik akan lebih banyak daripada ikan yang hidup di laut tahun 2050 mendatang? Seperti apa kemungkinan dan cara mengatasinya? Simak informasinya disini.

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: