Pabrik Tempe Pertama Di China Diresmikan Menggunakan Brand ‘Rusto Tempeh’

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 23 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Shanghai – Indonesia berbangga, pabrik tempe pertama di China, yang bertempat di kawasan industri food processing di Songjiang district, Shanghai telah diresmikan Selasa (19/01/2021).

KJRI Shanghai dalam keterangannya menyatakan bahwa pabrik tempe tersebut akan memproduksi tempe bernama ‘Rusto Tempeh’.

“Pabrik tempe Indonesia ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia di Tiongkok yang cukup besar,” mengutip dari Tribunnews.com (22/01/2021).

KJRI mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia di Tiongkok yang untuk mendapatkan produk makanan tempe segar Indonesia cukup besar.

Didirikannya pabrik tempe di Shanghai sekaligus ditujukan untuk mempromosikan tempe sebagai salah satu icon penting produk makanan Indonesia ke masyarakat Tiongkok.

Tempe sendiri saat ini sudah banyak diperjual belikan di pasar online Tiongkok seperti Taobao – Alibaba.com di mana terdapat IDN Shop Indonesia yang menjual berbagai produk makanan Indonesia.

Namun penjualannya masih dalam jumlah yang sangat terbatas dan hanya dikenal oleh kalangan penggemar makanan tempe asal Indonesia yang merantau hidup di Tiongkok.

Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun dalam keterangannya mengatakan dengan diresmikannya pabrik tempe di China menunjukkan kecintaan anak bangsa untuk mempromosikan kuliner Indonesia melalui tempe.

Hal ini sebagai wujud nyata diplomasi ekonomi dan diplomasi kuliner Indonesia memasuki pasar kuliner Tiongkok yang merupakan terbesar di dunia saat ini.

“Saya berharap pabrik tempe ini dapat menjadi salah satu foot print kuliner Indonesia di pasar Tiongkok,” kata Dubes Oratmangun.

Pabrik tempe tersebut diresmikan Duta Besar RI untuk RRT dan Mongolia, Djauhari Oratmangun bersama Konjen RI-Shanghai, Deny W Kurnia, didampingi CEO Seastar Foods Co.,Ltd., Venny Hariyanti dan CEO PT Kapal Api, Indra Boedijono.

Sekilas tentang brand ‘Rusto Tempeh’, penggiatnya adalah Rustono, pria asal Grobogan, Jawa Tengah yang menikah dengan wanita asal Jepang pada 1997.

Tinggal di negeri orang tak membuat Rustono melupakan Indonesia, terutama makanan sejuta rakyat, yakni tempe.

Rustono pun berambisi “me-tempe-kan dunia” melalui Rusto’s Tempeh. Rustono mengatakan perjalanan Rusto Tempeh hingga dapat membuka pabrik diberbagai negara tidaklah mudah.

Sebelum memulai bisnisnya, pria yang sekarang berusia 52 tahun itu lebih dulu berguru selama 3 bulan dengan 60 pengrajin tempe berbeda di Semarang dan Yogyakarta.

Ia awalnya mengalami banyak penolakan dari masyarakat dan restoran.Namun, sifat pantang menyerah membuat rusto’s tempe juga jadi makanan favorit masyarakat Jepang.

Di tahun 2000 Rustono resmi membangun pabrik tempe pertamanya di Otsu, Shiga, sekitar 1 jam dari Kyoto. Shiga adalah sebuah desa cantik dengan pemandangan alam yang masih sangat terjaga.

Luas pabriknya saat itu 1000 meter persegi dan memproduksi 3000 tempe dalam sehari.

Selain di Jepang dan membuka pabrik di China, saat ini penjualan Rusto Tempeh diketahui juga sudah sampai di Amerika Serikat. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: