Origin of Species Karya Charles Darwin Diterbitkan, Picu Kontroversi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 26 November 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Buku On the Origin of Species by Means of Natural Selection karya ilmuwan Inggris Chales Darwin diterbitkan tanggal 24 November 1859 atau tepat 161 tahun silam.

Diterbikan di Inggris, Origin of Species menjelaskan proses perkembangan organisme secara bertahap melalui proses yang dia sebut sebagai “seleksi alam”.

Dalam seleksi alam, organisme dengan variasi-variasi genetik yang cocok dengan lingkungan mereka akan cenderung menghasilkan lebih banyak keturunan daripada spesies yang sama, tetapi tidak bervariasi.

Mayoritas ilmuwan saat itu segera memuji teori yang berhasil memecahkan begitu banyak hal membingungkan dalam biologi itu, dan buku tersebut segera habis.

Namun, kaum Kristen yang berpendirian teguh atau ortodoks mengecam buku itu sebagai hal yang menyimpang dan menimbulkan kontroversi, dilansir dari Tribunnews.com (24/11/2020).

Darwin yang bungkam

Dalam hal keilmuwan, Charles Darwin dipengaruhi oleh karya ilmuwan Prancis, Jean-Baptiste de Lamarxk, dan ekonom Inggris, Thomas Malthus.

Dia mendapatkan mayoritas bukti teori seleksi alam dari ekspedisi survei yang dilakukannya di atas HMS Beagle tahun 1830-an.

Saat itu dia mengunjungi beragam tempat, seperti Kepulauan Galapagos dan Selandia, dan mengumpulkan pengetahuan tentang flora, fauna, dan geologi di berbagai tempat.

Pengetahuan ini, ditambah hasil penelitiannya dalam variasi dan perkawinan silang setelah kembali ke Inggris, merupakan bagian yang sangat penting dalam pengembangan teori evolusi organik miliknya.

Darwin telah membangun teori seleksi alam miliknya sejak tahun 1844. Namun, dia berhati-hati dalam mengungkapkannya kepada masyarakat karena teori itu bertentangan dengan kisah penciptaan di Alkitab.

Pada tahun 1858, ketika Darwin masih bungkam tentang penemuannya, seorang naturalis Inggris bernama Alfred Russell Wallace secara indenden menerbitkan makalah isinya mirip dengan teorinya.

Darwin dan Wallace memberikan kuliah bersama tentang evolusi di depan Linneal Society of London pada bulan Juli 1858.

Darwin kemudian menyiapkan On the Origin of Species by Means of Natural Selection untuk diterbitkan.

Diterbitkan

Origins of Species diterbitkan tanggal 24 November 1859. Saat itu Darwin berusia 50 tahun dan bersembunyi di pinggiran Yorkshire ketika buku itu dijual.

Dia takut akan adanya kemungkinan terburuk yang biasa dialaminya. Buku itu membahayakan para patron Darwin di Cambridge.

Namun, para pembangkang yang radikal, ahli biologi, dan geolog bersimpati kepada Darwin atas penerbitan buku itu.

Surat kabar menarik satu kesimpulan yang secara khusus dihindari oleh Darwin: manusia berevolusi dari kera, dan bahwa Darwin menolak keabadian umat manusia.

Karena bertentangan dengan penciptaan versi Alkitab, buku itu dikecam para Kristen yang berpandangan ortodoks.

Kontroversi atas ide-ide Darwin semakin meluas dengan diterbitkannya The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex (1871).

Diperdebatkan

Darwin enggan membela ide-idenya tentang evolusi di depan masyarakat.

Seorang ahli biologi muda bernama Thomas Huxley menggantikan Darwin dalam debat mempertahankan ide-ide Darwin.

Pada abad ke-19 perbincangan ilmiah menjadi hiburan populer dan setiap debat tentang evolusi menarik minat masyarakat.

Debat paling terkenal yang dilakukan Huxley terjadi pada pertemuan British Association for the Advancement of Science bulan Juni 1860.

Banyak yang menganggap debat itu sebagai pertempuran antara ilmu pengetahuan dan Tuhan.

Saat itu Huxley menghadapi Uskup Samuel Wilberforce dan catatan Alkitab tentang penciptaan miliknya.

Masing-masing pihak mengklaim kemenangan. Debat itu menjadi bagian dari legenda Darwin dan menunjukkan bagaimana idenya mengguncangkan masyarakat Era Victoria di Inggris. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: