Olimpiade Ditunda, NOC Indonesia: Atlet Dapat Lebih Mempersiapkan Diri

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 27 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC) Raja Sapta Oktohari menilai penundaan Olimpiade Tokyo 2020 bisa memperpanjang waktu persiapan dan latihan para atlet.

Olimpiade Tokyo 2020 resmi ditunda menyusul pandemi virus corona yang meluas di berbagai negara. Pernyataan resmi penundaan Olimpiade 2020 itu disampaikan Komite Olimpiade Internasional (IOC) melalui situs resmi mereka pada Selasa (24/3/2020).

Sebelum keputusan penundaan Olimpiade Tokyo 2020 diambil, Presiden IOC Thomas Bach terlebih dulu melakukan telekonferensi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

“Presiden IOC dan Perdana Menteri Jepang telah menyimpulkan bahwa pertandingan Olimpiade XXXII di Tokyo harus dijadwal ulang hingga setelah tahun 2020,” demikian pernyataan IOC yang dilansir dari Kompas.com (26/03/2020).

NOC menilai penundaan ini bisa menjadi kesempatan bagi atlet yang belum lolos kualifikasi untuk bisa mengejar dan mengamankan tempat di Olimpiade.

“Kami punya peluang untuk lebih bisa mempersiapkan diri sehingga hasilnya nanti bisa lebih maksimal dan sesuai harapan,” kata Raja Sapta Oktohari.

“Kami melihatnya secara positif, karena orang-orang olahraga harus berpikiran demikian.” “Bagi atlet yang belum qualified siapa tahu dengan adanya penundaan ini peluangnya bisa kembali terbuka dan berkesempatan mengikuti proses kualifikasi. Jadi, kami lihatnya lebih ke sisi baiknya,” kata Okto melanjutkan.

Meski demikian, NOC Indonesia masih belum mendapat kepastian berapa lama penundaan ini berlangsung.

Oleh karena itu, NOC Indonesia akan terus berkomunikasi dengan IOC guna meminta kejelasan penundaan Olimpiade Tokyo 2020.

“Yang jelas ini konsekuensinya kan pasti ke anggaran, tapi untuk estimasi (penambahan) anggarannya kami belum tahu karena harus ada rencana lagi,” kata Okto mengakhiri.

Sementara itu, Kemenpora berharap para atlet, baik yang sudah dan belum lolos Pra-Olimpiade dan Pra-Paralimpik, untuk tetap semangat berlatih, seraya memperhatikan situasi dan kondisi di tengah merebaknya virus corona.

“Kemenpora minta kepada pihak-pihak yang melakukan pemusatan latihan nasional untuk utamakan social and physical distancing, jaga kesehatan sesuai protokol olahraga.” “Kemenpora bersama NOC dan NPC akan segera meninjau ulang kebutuhan anggaran yang tersedia karena pemerintah sedang fokus pada penanganan dan pencegahan merebaknya virus corona.” (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: