Olimpiade 2020 Menjadi Pembuktian Indonesia sebagai Kandidat Tuan Rumah

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 22 Februari 2020

Indolinear.com, Jakarta – Olimpiade Tokyo 2020 bakal dimanfaatkan Indonesia untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade berikutnya.

Hal tersebut dikatakan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari dalam wawancara khusus dengan BolaSport.

“Di Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia tidak sekadar bertanding, tetapi juga ikut kampanye karena Indonesia hendak mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” kata Okto (sapaan akrab Raja Sapta Oktohari) di Gedung KOI, Senayan, Jakarta, dilansir dari Kompas.com (21/02/2020).

“Kemungkinan keputusan siapa yang menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 yaitu sebelum Olimpiade 2024. Kalau sebelum 2024, artinya kesempatan untuk promosi besar-besaran dan hanya ada di Tokyo 2020,” ucap Okto.

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia akan mengirim dua kontingen. Kontingen pertama untuk prestasi dan kontingen kedua untuk promosi.

“Jadi, itu yang ingin kami maksimalkan di Tokyo. Kami masih menunggu jadwal Presiden (Jokowi) untuk ratas (rapat terbatas) karena di ratas ada tiga hal yang harus dikaji,” ucap Okto.

Menurut Okto, hal yang perlu dikaji antara lain promosi di Tokyo untuk Olimpiade 2032.

“Kans Indonesia menjadi tuan rumah cukup besar karena kami berangkat ke IOC (Internasional Olympic Committee/IOC) dengan surat dasar Presiden RI yang dikirim setelah Asian Games 2018 ke Presiden IOC secara langsung,” tutur pria berusia 44 tahun tersebut.

Presiden IOC Thomas Bach disebut Okto menerima dengan hangat dan memberikan respons yang sangat positif terhadap rencana Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

“Bahkan, dari gestur sudah terbaca kalau harapannya Indonesia bisa menjadi tuan rumah. Saya tidak bisa mengatakan berapa persen karena ada tahapan-tahapannya,” ujar Okto.

Surat yang diajukan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 ada dua yakni surat presiden dan presiden NOC.

“Presiden Jokowi mengiirim surat kepada Thomas Bach. Saya sebagai Presiden NOC Indonesia juga mengirim surat untuk melengkapi karena biasanya permintaan bidding Olimpiade itu dari presiden negara bersangkutan.”

“Dengan surat yang dikirim langsung oleh presiden, tentu itu menunjukkan keseriusan Indonesia sehingga tidak perlu melakukan referendum,” kata Okto.

Surat langsung dari presiden dijelaskan Okto menunjukkan komitmen yang besar bahwa Indonesia memang mau menjadi tuan rumah karena presiden langsung mengirim surat kepada NOC Indonesia. Menurut Okto, IOC menerapkan metode berbeda dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade.

IOC melakukan pendampingan langsung ke negara-negara yang berminat daripada memilih salah satu dari banyak kandidat. (Uli)

INDOLINEAR.TV