Novak Djokovic Yakin Bisa Meraih Gelar Grand Slam Terbanyak

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Senin, 18 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Novak Djokovic yakin dirinya akan memenangi gelar grand slam terbanyak dan menjadi pemegang peringkat satu paling lama sebelum pensiun.

Hal itu dilontarkan petenis Serbia berusia 32 tahun itu dalam sebuah sesi wawancara belum lama ini. Petenis nomor satu dunia saat ini itu telah mempunyai 17 gelar grand slam, selisih dua di bawah Rafael Nadal dan kurang tiga dari Roger Federer.

Ia mengatakan tidak ragu dengan kemampuannya untuk menyalip anggota lain yang dijuluki “Tiga Besar” itu.

“Saya selalu sangat percaya diri terhadap diri saya sendiri,” katanya dalam satu wawancara kepada In Depth dengan Graham Bensinger. “Saya yakin saya bisa memenangi paling banyak grand slam dan memecahkan rekor nomor satu paling lama. Itu jelas tujuan saya.,” kata Djokovic dikutip dari Kompas.com (17/05/2020).

Djokovic sedang dalam posisi di atas angin sebelum pandemi virus corona baru menghentikan sirkuit pada awal Maret.

Ia mengangkat ATP Cup bersama Serbia, memenangi gelar Australia Open kedelapan, dan kemudian menggenapinya dengan kemenangan kelima di Dubai Tennis Championships, memperpanjang laju tak terkalahkan menjadi 21.

Adapun Federer juga memiliki rekor total jumlah pekan di posisi peringkat satu, 310, dan pekan beruntun di posisi puncak, 237, dibanding Djokovic 282 dan 122.

Federer akan berusia 39 tahun pada Agustus dan Djokovic mengatakan ia bisa membayangkan dirinya masih bermain pada usia 40.

“Saya tidak percaya dengan batasan. Saya pikir batasan hanyalah ilusi dari ego Anda atau pikiran Anda,” katanya.

Belum terlalu lama, Djokovic mempunyai pandangan yang sepenuhnya berbeda pada permainan tersebut.

Setelah kalah straight set dari petenis bukan unggulan Benoit Paire di Miami Open 2018, istrinya, Jelena, mengatakan ia siap untuk gantung raket.

“Ia mengatakan kepada saya bahwa ia akan berhenti dan itu kebenaran,” katanya dalam satu wawancara.

“Ia kalah di Miami. Itu kekalahan yang sangat mengenaskan. Kemudian dia hanya mengumpulkan kami semua dan mengatakan, ‘Kalian tahu, saya selesai,'” ucapnya.

“Saya seperti, ‘Apa?’ Ia berkata, ‘Ya.’ Ia mengatakan, ‘Edoardo, kamu bisa bicara dengan sponsor saya. Saya ingin jelaskan kepada mereka. Saya tidak tahu apakah saya berhenti enam bulan, setahun, atau selamanya,'” tuturnya.

Djokovic tidak melanjutkan rencana pensiunnya dan bangkit kembali untuk meraih kemenangan di Wimbledon Juli itu.

Dalam wawancara itu, Djokovic juga membicarakan kesulitannya pada masa lalu dengan kesehatannya, pernikahannya, dan selamat dari pengeboman di negara asalnya Serbia pada 1999.

Wawancara lengkap akan disiarkan di AS akhir pekan ini pada afiliasi setempat dan pada jaringan olahraga regional dan internasional pekan depan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya