Normalisasi 44 Sungai Bekasi Buat Mencegah Banjir Baru Progres 36 Persen

FOTO: cnnindonesia.com/indolinear.com
Senin, 8 November 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, melakukan normalisasi puluhan sungai yang mengalami penyempitan dan pendangkalan sebagai upaya pencegahan serta penanggulangan masalah banjir di daerah itu.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Iwan Ridwan mengatakan tahun ini ada 44 titik sungai yang dinormalisasi dengan alokasi anggaran mencapai Rp25,4 miliar.

“Sedang dikerjakan, progresnya sudah 36 persen. Kami targetkan di akhir Desember nanti seluruh kegiatan normalisasi sudah selesai,” katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dilansir dari Cnnindonesia.com (07/11/2021).

Dia mengatakan normalisasi sungai memang bukanlah satu-satunya solusi mencegah banjir, namun setidaknya upaya ini menandakan pemerintah daerah berupaya maksimal melalui seluruh skema kegiatan pencegahan dan pengendalian musibah banjir.

Menurut dia, peran serta segenap lapisan masyarakat dibutuhkan dalam upaya mencegah banjir melanda wilayahnya terutama banjir tahunan yang diprediksi datang pada setiap penghujung hingga awal tahun.

“Misalnya dengan perilaku tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke sungai karena itu juga menjadi pemicu terjadinya banjir,” katanya.

Iwan menerangkan beberapa kendala saat melakukan normalisasi sungai seperti tidak terdapat akses jalan untuk masuk alat berat hingga banyaknya bangunan liar di bantaran yang menghambat proses pekerjaan.

Dirinya menyebut salah satu titik pekerjaan normalisasi berada di aliran Sungai Srengseng sepanjang delapan kilometer yang melintasi enam desa di wilayah itu.

Enam desa itu antara lain Desa Setiadarma di sisi kiri sungai serta Desa Tambun, Mekarsari, Wanasari, Tridaya Sakti, dan Desa Sumberjaya di sisi kanan sungai.

“Kendalanya sama, di beberapa titik alat berat kita susah masuk, kemudian bangunan liar juga masih banyak dijumpai. Mudah-mudahan tidak membuat pekerjaan jadi tidak maksimal,” kata dia. (Uli)