Nissan Memastikan Mobil Listrik Leaf Generasi Baru Berubah Jadi SUV

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 30 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Nissan resmi mengkonfirmasi, mobil listrik andalannya, Leaf generasi terbaru akan berubah menjadi sport utility vehicle (SUV). Nissan Leaf versi hatchback pun bakal dipensiunkan.

Hal tersebut, dikonfirmasi langsung oleh Bos Nissan Eropa, Guillaume Cartier, kepada Autocar yang dilansir dilansir dari Liputan6.com (28/10/2021).

Nissan Leaf SUV ini, rencananya akan diluncurkan sekitar 2025, dan akan didasarkan dari platform modular CMF-EV dari aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

Sementara itu, dalam laporan tersebut juga disebutkan, model inti dari Nissan yang dipasarkan di Eropa akan berubah menjadi crossover listrik, seperti Juke, Qashqai , Ariya , dan X-Trail serta Leaf baru tentunya. Jenama asal Jepang ini juga akan mengungkapkan, tidak akan berinvestasi dalam pengembangan mesin pembakaran internal untuk memenuhi emisi EU7.

“Jadi kami bertaruh pada kendaraan listrik, mengetahui itu akan menurunkan biaya,” kata Cartier.

Nissan, sambungnya, juga tidak akan mengembangkan model konvensional lainnya seperti sedan, hatchback atau estate, tetapi akan beralih ke aliansi untuk mencari sumber untuk segmen lain seperti penggantian Micra atau March.

“Kami akan melihat ke Aliansi untuk line-up powertrains lengkap. Salah satu topik yang masih terbuka adalah entri level (model harga terjangkau). Poin kuncinya adalah bagaimana kami menawarkan sesuatu dari Aliansi dengan merek Nissan,” tambah Cartier.

Fokus mobil listrik

Ia juga menambahkan bahwa membuat mobil kecil menguntungkan akan menjadi masalah utama. Penggantian Micra akan benar-benar sepenuhnya listrik.

Pembuat mobil mengharapkan 80 persen dari penjualannya menjadi mobil listrik murni pada 2030.

Adapun bahan bakar alternatif, CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan tidak akan berinvestasi dalam teknologi sel bahan bakar hidrogen, dan memilih untuk fokus dengan mobil listrik baterai sebagai gantinya.

“Pesaing kami memiliki banyak solusi untuk teknologi. Bagi kami, kami memutuskan EV. Kami dulu memiliki teknologi hidrogen di Nissan, dan mungkin di dunia yang berbeda, kami masih memilikinya. Tapi sejauh ini, (EV) ini adalah aset kami dan apa yang kami inginkan,” pungkasnya.

Uchida juga mengatakan masa depan mobil sport Nissan di Eropa masih belum pasti karena kebutuhan elektrifikasi. Namun, partisipasinya di Formula E akan tetap ada, karena sejalan dengan ambisi perusahaan. (Uli)