Nenek Kaya Raya China Ini Malah Mengemis Setiap Hari

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 8 November 2018
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, China – Seorang wanita berusia 79 tahun yang sehari-hari mengemis di stasiun kereta Hangzhou, China, baru-baru ini menjadi sumber perdebatan di dunia maya. Perempuan ini menjadi pemberitaan hangat setelah staf di Hangzhou’s East Railway Station memberikan peringatan lewat loudspeaker agar para pengguna stasiun tidak memberinya sedekah.

“Seorang wanita lanjut usia di stasiun ini memanfaatkan umurnya untuk mengiba. Kondisi keuangan keluarganya cukup baik, jadi sebaiknya Anda jangan tertipu.” Begitulah bunyi pengumuman tersebut.

Dilansir dari Merdeka.com (07/11/2018), sang nenek yang tidak disebutkan namanya ini mengklaim kalau dirinya mengemis untuk mengumpulkan uang agar bisa menyewa perawat saat sudah tua nanti. Dia sudah datang di stasiun sejak pukul sepuluh pagi dan baru meninggalkan titik tempatnya meminta-meminta setelah pukul delapan malam.

Rupanya wanita itu berasal dari keluarga yang cukup berada. Dia tinggal di flat lima lantai dan memiliki sejumlah properti yang disewakan di kota tersebut. Dia sendiri tercatat sebagai pemilik sejumlah toko. Bahkan salah satu putranya membenarkan hal ini.

Si nenek awalnya menjual peta di stasiun. Begitu dilarang pihak pengelola stasiun, dia mulai mengemis. Setiap malam dia bisa mendapatkan sekitar tiga ratus yuan. Beberapa pihak berspekulasi kalau si nenek nekat meminta-meminta karena bosan hidup sendiri.

Tuduhan ini disanggah oleh sang anak yang menyebutkan kalau ibunya tinggal bersama keluarga.

“Saya sudah bilang dia boleh saja tidak peduli terhadap nama baiknya, tetapi kami peduli. Saya menyajikan makanan enak untuknya setiap hari, tetapi dia berkeras keluar rumah untuk mengemis. Dalam hal keuangan, dia jauh lebih berkecukupan daripada sebagian besar orang di sini. Dia juga punya tabungan di beberapa bank yang ada di sekitar sini,” tutur sang anak kepada wartawan.

Walaupun begitu, dia mengakui kalau tuntutan pekerjaan membuatnya tidak bisa memberikan perhatian hingga dua puluh empat jam dalam sehari. Sang anak mencari nafkah dengan mengelola pabrik milik keluarga.

Sang anak sendiri yang menyebarkan foto ibunya di jejaring sosial dan meminta netizen untuk tidak memberikan uang jika mereka bertemu dengannya. Namun karena langkah ini tidak bisa menghentikan tekadnya untuk meminta-minta, giliran pihak pengelola stasiun yang turun tangan.

Sampai berita ini diturunkan masih belum diketahui apakah sang nenek akhirnya berhenti mengemis atau masih meneruskan aktivitasnya itu. (Uli)

%d blogger menyukai ini: