Nenek Berusia 70 Tahun Berhasil Melahirkan Anak Pertamanya, Ini Penjelasan Dokter

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 23 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Gujarat – Sebuah kabar mengejutkan datang dari India.

Seorang nenek berusia 70 tahun melahirkan anak pertamanya setelah menikah 45 tahun.

Jivuben Valabhai Rabari dan suaminya telah berusaha memiliki anak sejak mereka menikah.

Tetapi usaha mereka tak pernah menemukan keberhasilan.

Beberapa tahun lalu, Rabari yang merupakan penguasa susu dari dasa di Gujarat menghubungi dokter ginekologi untuk kemungkinan melakukan program inseminasi buatan.

Sang dokter, Naresh Bhanushali sebelumnya telah membantu beberapa anggota keluarga sang nenek untuk hamil.

Nenek itu pun merasa yakin dokter Naresh bisa membantunya melakukan hal yang sama.

Sang dokter kemudian memberikan pengertian kepada sang nenek mengenai dampak negatif yang akan timbul karena ia sudah berusia renta.

Selain itu, kebanyakan kenalannya yang melakukan inseminasi buatan berusia antara 45 hingga 50 tahun.

Namun nenek Jivuben tak ambil peduli mengenai hal itu dan tetap ingin melakukannya.

“Saya telah menjelaskan kepadanya bahwa keluarga yang lain berusia sekitar 45 hingga 50 sehingga program inseminasi buatan mungkin terjadi,” kata Dokter Bhanushali dikutip dari Tribunnews.com (22/10/2021).

“Saya menjelaskan bahwa ia berisiko kehilangan nyawa, tetapi ia terlalu emosional dan saya pun menyerah,” tuturnya.

Sang dokter mengaku telah menjelaskan betapa berbahayanya program inseminasi buatan kepadanya, tetapi sang nenek menolak menyerah.

“Ia bahkan mulai menangis, dn mengatakan ‘Meski saya mati, saya akan bahagia karena setidaknya berusaha memiliki anak’,” ujar sang dokter.

Bagi Dokter Bhanushali memberikan inseminasi kepada Jivuben merupakan tantangan tersendiri.

Nenek Jivuben sudah melewati masa menopouse selama lebih dari 20 tahun.

Ia pun diberikan perawatan hormon untuk memulai menstruasi lagi.

Kemudian mereka melebarkan uterusnya yang mulai menyempit karena usia, dan mengirimkan sebuah embrio tunggal menggunakan inseminasi, karena hanya itu yang uterusnya mampu menerima.

Ajaibnya, setelah dilakukan tes 15 hari seusai inseminasi diketahui bahwa nenek Jivuben telah hamil.

Namun, saat usia kehamilan sudah delapan bulan, tekanan darah nenek Jivuben menjadi sangat tinggi, dan dokter melakukan operasi cesar sebulan lebih cepat dari waktunya melahirkan.

“Ini sebuah kasus yang jarang terjadi, Anda bisa menyebutnya sebagai keajaiban,” kata Dokter Bhanushali.

“Saya sudah mempraktikannya 20 tahun dan melakukan 1.000 inseminasi buatan, tapi tak pernah memiliki kasus seperti ini,” tambahnya. (Uli)