Nautilus, Kapal Selam Nuklir Pertama Di Dunia Diluncurkan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 5 Juli 2022

Indolinear.com, Jakarta – Tepatnya pada 21 Maret 1954 adalah momen kapal selam nuklir pertama di dunia diluncurkan.

Kehadiran armada ini menjadi solusi dari masalah utama kapal selam sejak awal yakni sirkulasi udara.

Kapal selam yang beroperasi di Perang Dunia II semuanya bertenaga diesel. Itu berarti mereka perlu cukup sering muncul kembali untuk menjalankan mesin diesel (yang menggerakkan baterai listrik yang digunakan di bawah air).

Masalah itu diselesaikan dengan beralih ke tenaga nuklir, yang memungkinkan kapal selam untuk tetap berada di bawah air tanpa batas waktu.

Mengutip dari Liputan6.com (03/07/2022), kemudian Amerika Serikat membuat kapal selam nuklir pertamanya. Lalu diresmikan 21 Januari 1954.

Kapal selam nuklir pertama di dunia itu diluncurkan ke River Thames atau Sungai Thames di Connecticut.

Penamaaan Nautilus

Kapal selam nuklir itu kemudian diberi nama Nautilus, untuk menghormati novel yang bercerita tentang kapal selam fantastis Twenty Thousand Leagues Under the Sea karya Jules Verne.

Angkatan Laut Soviet tidak jauh tertinggal dalam pengembangan kapal selam mereka sendiri, mengalami beberapa kecelakaan fatal di sepanjang jalan.

Pada tahun 1968, unit kapal selam K-27, tak jadi beroperasi tepat setelah peluncuran kapal selam nuklir pertama Soviet. Alasannya mengalami masalah dengan generator uapnya saat berada di laut, dan kebocoran radiasi yang diakibatkannya menewaskan sembilan anggota awak.

Kapal Selam Tenggelam

  1. HMAS AE1

Sementara itu, sebelumnya pada 21 September 1914, surat kabar The Age melaporkan bahwa kapal selam perang Australia hilang dengan kondisi menampung 35 kru kapal.

Kapal Selam yang memiliki nama AE1 tersebut tidak gugur dalam kondisi perang. Sayangnya, AE1 dan seluruh kru kapal tidak dapat ditemukan karena kondisi perairan yang terlalu dalam.

  1. USS Grenadier

Pada September tahun lalu, penyelam menemukan sebuah bangkai kapal selam Angkatan Laut AS yang dinyatakan hilang 77 tahun yang lalu di perairan Asia Tenggara.

Kapal itu seberat 1,475 ton dengan panjang hampir 95 meter yang merupakan korban dari bom pesawat Jepang.

Semua 76 kru kapal selamat dari serangan tersebut tetapi kemudian menjadi tawanan Jepang selama lebih dari dua tahun — di mana empat dari 76 kru meninggal dunia.

Bangkai kapal Grenadier ditemukan 82 meter bawah air di suatu tempat di Selat Malaka sekitar 150 kilometer selatan Phuket, Thailand.

  1. Kapal Selam Prancis, Minerve

Sebuah kapal selam Prancis yang hilang di daeerah Mediterania barat pada 1968 telah ditemukan dalam misi pencarian yang sudah berjalan selama 51 tahun.

Menurut France24, kapal selam bertenaga diesel dan listrik tersebut hilang di lepas pantai selatan Prancis dengan 52 pelaut di dalamnya pada 17 Januari 1968.

“Saya memikirkan keluarga yang telah menunggu saat ini begitu lama,” kata Menteri Pertahanan Florence Parly di akun Twitternya setelah bangkai kapal tersebut ditemukan 45 kilomter dari pelabuhan Toulon, Prancis selatan.

  1. USS Grayback

Menjadi korban penyerangan pesawat Jepang pada 1944, kapal selam Amerika yang telah hilang dalam Perang Dunia Kedua akhirnya ditemukan di dasar laut Cina Timur berkat sebuah proyek eksplorasi bawah air.

U.S.S Grayback memiliki 80 awak pada saat itu dan keluarga dari semua korban sudah diberi tahu tentang penemuan tersebut.

Proyek Lost 52, yang mempunyai tujuan untuk menemukan kapal selam AS yang hilang dari zaman Perang Dunia Kedua, memimpin misi untuk menemukan kapal tersebut di lepas pantai Okinawa. (Uli)

loading...