NASA Umumkan akan Kirim Dua Misi Baru Ke Venus

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 7 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – NASA mengumumkan bakal mengirim dua misi baru ke Venus untuk memeriksa atmosfer planet dan fitur geologis.

Dana 500 juta dolar Amerika digelontorkan untuk masing-masing misi yang akan diluncurkan antara 2028 dan 2030 mendatang.

Melansir dari Tribunnews.com (06/06/2021), Administrator NASA Bill Nelson mengatakan misi itu akan menawarkan “kesempatan untuk menyelidiki planet yang belum pernah kita kunjungi selama lebih dari 30 tahun”.

Penyelidikan AS terakhir yang mengunjungi planet ini adalah pengorbit Magellan pada tahun 1990.

Namun, pesawat ruang angkasa lain, dari Eropa dan Jepang telah mengorbit planet ini sejak saat itu.

Misi dipilih setelah proses peer review dan berdasarkan potensi nilai ilmiah serta kelayakan rencana pengembangan mereka.

“Dua misi bersaudara ini sama-sama bertujuan untuk memahami bagaimana Venus menjadi dunia seperti neraka, yang mampu melelehkan timah di permukaan,” kata Nelson.

Venus adalah planet kedua dari matahari dan planet terpanas di tata surya dengan suhu permukaan 500C – cukup tinggi untuk melelehkan timah.

Misi Davinci+ (Deep Atmosphere Venus Investigation of Noble gas, Chemistry, and Imaging) akan mengukur atmosfer planet untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana ia terbentuk dan berevolusi.

Ini juga akan bertujuan untuk menentukan apakah Venus pernah memiliki lautan.

Davinci+ diharapkan menyuguhkan gambar resolusi tinggi pertama dari fitur geologis “tesserae” planet.

Para ilmuwan percaya fitur ini mungkin sebanding dengan benua Bumi dan menunjukkan bahwa Venus memiliki lempeng tektonik.

Misi kedua, Veritas (Venus Emissivity, Radio Science, InSAR, Topography, and Spectroscopy), akan memetakan permukaan planet untuk memahami sejarah geologinya dan menyelidiki bagaimana ia berkembang sangat berbeda dari Bumi.

Ini akan menggunakan bentuk radar untuk memetakan ketinggian permukaan dan menemukan apakah gunung berapi dan gempa bumi masih terjadi.

“Mengherankan betapa sedikit yang kita ketahui tentang Venus, tetapi hasil gabungan dari misi ini akan memberi tahu kita tentang planet ini dari awan di langit melalui gunung berapi di permukaannya sampai ke intinya,” kata Tom Wagner dari Divisi Ilmu Planet NASA.

“Ini akan menjadi seolah-olah kita telah menemukan kembali planet ini,” tambahnya. (Uli)