NASA Mengabadikan Pulau Kecil Yang Hilang ‘Termakan’ Gempa Mematikan Pakistan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 14 November 2019

Indolinear.com, Islamabad – Sebuah pulau kecil di lepas pantai Pakistan dilaporkan ‘ditelan’ oleh Samudra Hindia dan menghilang di bawah gelombang laut.

Pulau yang dijuluki ‘Earthquake Island’ itu dibuat pada enam tahun lalu ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Provinsi Baluchistan yang rawan gempa dan merenggut nyawa 825 orang.

Singkapan (bagian batuan yang tampak di permukaan Bumi) tersebut, juga dikenal sebagai Zalzala Koh, dibentuk dari letusan ‘gunung lumpur’ bawah air. Erosi yang berangsur-angsur dari pasang surut samudra, akhirnya membuat pulau itu terendam.

Citra satelit NASA mengungkapkan kemunculannya yang tiba-tiba, diikuti dengan kehancuran yang bertahap. Zalzala Koh masih bisa dilihat di galeri foto-foto terbaru dari badan antariksa Amerika Serikat ini, meskipun tenggelam di bawah air laut.

‘Erathquake Island’ menjadi daya tarik instan bagi wisatawan dan penduduk setempat yang mengunjungi daerah itu, meskipun gas beracun yang mudah terbakar dikeluarkan melalui celah-celahnya.

Permukaannya tertutup makhluk laut, seperti ikan mati, dan terdiri dari campuran lumpur, pasir, dan batu, dilansir dari Liputan6.com (13/11/2019).

‘Pulau Gempa Bumi’ adalah salah satu hasil bencana alam yang mematikan, tetapi berfungsi sebagai pengingat abadi, meskipun mengalami erosi bertahap.

Pulau tersebut punya lebar 65 kaki (20 meter), tinggi 295 kaki (90 meter) dan panjang 135 kaki (40 meter) ketika pertama kali dibentuk, tetapi dengan cepat aus dan sekarang terendam air laut.

“Pulau itu sebenarnya hanyalah tumpukan besar lumpur dari dasar laut yang terdorong ke atas,” kata Bill Barnhart pada 2013, seorang ahli geologi di US Geological Survey yang mempelajari gempa bumi di Pakistan dan Iran.

“Ada lapisan gas bertekanan di titik yang dangkal dan terkubur –metana, karbon dioksida, atau sesuatu yang lain– dan cairan. Ketika lapisan ini terganggu oleh gelombang seismik (seperti gempa bumi), gas dan cairan menjadi apung dan bergegas naik ke permukaan, membawa batuan dan lumpur bersamanya,” imbuh Barnhart.

Endapan Dua Lempeng

Ketika gempa dahsyat itu melanda Pakistan pada akhir September 2013, goncangan keras lempeng tektonik Bumi menghasilkan banyak semburan lumpur dan gas yang membentuk singkapan.

Material-material tersebut adalah sesuatu yang wajar berada di dunia ini, karena aktivitas tektonik yang tinggi ketika sejumlah lempeng bertemu, meningkatkan kemungkinan goncangan dan gesekan –yang dapat menyebabkan bencana alam.

Zalzala Koh dibentuk dari sejumlah puing dan sedimen yang disebabkan oleh perendaman lempeng Arab di bawah lempeng Eurasia.

Para ilmuwan percaya, gempa berkekuatan 7,8 yang melanda 145 mil tenggara Dalbandin di Baluchistan, memicu apa yang dikenal sebagai ‘gunung lumpur’.

Mereka terjadi di mana ada reservoir sedimen yang dipadatkan secara longgar, terkubur di bawah batu yang lebih keras dan lebih padat, serta sebuah jalur terbentuk ke permukaan.

Gelombang seismik menyebabkan pergerakan gas terkunci di bawah laut, mendorong lumpur ke permukaan bersama dengan gas.

Pulau-pulau yang muncul secara tiba-tiba ini biasanya hanya terlihat setelah gempa bumi besar, setidaknya 7 atau 8 skala kejadian.

Apa Itu Gunung Lumpur?

Richard Luckett, seismolog di British Geological Survey mengatakan: “Mekanisme yang tepat untuk kasus Zalzala Koh kurang dipahami, tetapi fakta bahwa gunung lumpur sering terjadi tanpa pemicu gempa bumi menunjukkan bahwa sedikit dorongan tambahan membuat perubahan banyak.”

Gunung lumpur umum di bagian dunia ini karena aktivitas tektonik yang tinggi ketika sejumlah lempeng bertemu, meningkatkan kemungkinan goncangan dan gesekan — yang dapat menyebabkan bencana alam.

Zalzala Koh dibentuk dari sejumlah puing dan endapan yang disebabkan oleh perendaman lempeng Arab di bawah lempeng Eurasia, setelah gempa bumi Pakistan tahun 2013. (Uli)

INDOLINEAR.TV