Nancy Pelosi, Perempuan Pertama dalam Sejarah AS yang Jadi Ketua DPR

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Kamis, 4 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, D.C – Pada 4 Januari 2007, legislator John Boehner menyerahkan kursi ketua DPR (House of Representatives) kepada Nancy Pelosi, perwakilan Partai Demokrat dari California.

Nancy Pelosi menjadi wanita pertama yang memegang posisi Ketua DPR Amerika Serikat, demikian seperti dikutip dari Liputan6.com (02/02/2021).

Jabatan barunya itu menjadikan Pelosi sebagai satu-satunya perempuan yang bisa mencapai posisi urutan kedua dalam garis suksesi kepresidena –setelah wakil presiden– seandainya Presiden AS yang menjabat harus lengser diakibatkan suatu hal.

Pelosi kembali menjadi ketua DPR AS pada 2018.

“Ini adalah momen bersejarah bagi Kongres, dan momen bersejarah bagi para wanita di negara ini. Ini adalah momen di mana kami telah menunggu lebih dari 200 tahun,” kata Pelosi setelah menerima jabatan itu.

“Untuk putri dan cucu kami, hari ini kami telah memecahkan langit-langit marmer. Bagi putri-putri kami dan cucu-cucu kami, langit adalah batas, apa pun mungkin bagi mereka,” kata Nancy Pelosi.

Karier Pelosi

Karier legislator Pelosi dimulai 20 tahun sebelumnya, ketika dia adalah salah satu dari hanya 25 wanita yang bertugas di DPR dan Senat AS –keduanya membentuk Kongres AS.

Dia menjadi pentolan Partai Demokrat pada 2001 dan menjabat sebagai pemimpin minoritas DPR AS (pada saat Partai Republik mendominasi kursi House) antara 2003 dan pemilihannya sebagai pembicara pada 2007.

Pada tahun 2002, ia adalah salah satu anggota DPR untuk memberikan suara terhadap permintaan Presiden George W. Bush untuk menggunakan kekuatan militer di Irak –secara harafiah memulai Perang Irak 2003.

Selama dua masa jabatan pertamanya sebagai Ketua DPR dari 2007 hingga 2011, ia mengembangkan reputasi sebagai penggalang dana yang tak kenal lelah dan pendulang suara dalam kaukusnya (konstituen).

Masa jabatannya sebagai pembicara juga bertepatan dengan masa jabatan presiden pertama Barack Obama, dan Pelosi berperan penting dalam menyelenggarakan pemungutan suara House untuk Undang-Undang Perawatan Terjangkau atau yang populer dikenal sebagai Obamacare.

Selama pemilu sela (khusus legislatif) pada 2010, Komite Kongres Republik Nasional mengelu-elukan Pelosi dalam 70 persen iklannya. Demokrat kehilangan kursi mayoritas DPR mereka dan Pelosi kembali ke posisinya sebagai pemimpin minoritas.

Setelah Demokrat merebut kembali DPR pada pemilu sela 2018, Pelosi menerima pencalonan partainya untuk menjadi kandidat resminya sebagai Ketua DPR. Pada 2019, sebagai Speaker of House of Representatives (nama resmi ketua DPR AS), Pelosi mengawasi upaya pemakzulan Presiden Donald Trump. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: