Nama Jalan di Abu Dhabi Berganti Menjadi President Joko Widodo Street

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 21 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Nama Presiden RI Joko Widodo digunakan sebagai nama jalan di Kota Abu Dhabi Uni Emirat Arab.

“Seruas jalan di Abu Dhabi, UEA, diresmikan sebagai President Joko Widodo Street oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Chairman Abu Dhabi Executive Office.”

“Di balik nama jalan itu, ada harapan agar hubungan kedua negara semakin kokoh dan bermanfaat bagi rakyat,” tulis akun Twitter Jokowi, Selasa (20/10/2020) pagi wib.

Presiden Jokowi mengunggah kabar tersebut beserta foto ruas jalan tertulis nama President Joko Widodo St.

Tampak pilar-pilar berbungkus kain merah membentuk tirai berwarna merah di lokasi peresmian.

Beberapa bendera merah putih dipasang di sejumlah titik jalan.

Dalam siaran pers Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, peresmian nama jalan dilakukan pada Senin sore 19 Oktober 2020.

Nama jalan tertulis dalam bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

“Seremoni berlangsung pukul 16:45 waktu setempat di salah satu titik di ruas jalan yang diresmikan,” tulis KBRI Abu Dhabi, dilansir dari Tribunnews.com (20/10/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) dan Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi.

Turut hadir pula sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri UEA dan Abu Dhabi Municipality.

Mereka bersama-sama menyaksikan penyingkapan tirai merah yang sebelumnya menutup nama jalan tersebut.

Penamaan jalan Presiden Joko Widodo merefleksikan hubungan erat RI – UEA, sekaligus bentuk penghormatan (tribute) Pemerintah UEA kepada Presiden RI saat ini Joko Widodo dalam memajukan hubungan bilateral RI – UEA selama menjabat sebagai kepala negara.

Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama, yang membelah ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Center) dengan Embassy Area, kawasan yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik.

Adapun nama jalan ini sebelumnya adalah Al Ma’arid Street (dalam bahasa Indonesia artinya ekshibisi/pameran) yang menghubungkan jalan Rabdan dengan jalan Tunb Al Kubra.

Dubes RI Husin Bagis kepada wartawan Abu Dhabi Media Office yang mewawancarainya usai acara menyampaikan harapan semoga penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi semakin memperkokoh dan meningkatkan pengeksposan positif hubungan bilateral RI – UEA yang semakin erat belakangan ini.

Nama-nama jalan di Abu Dhabi umumnya merupakan nama geografis yang merefleksikan sejarah daratan lokasi jalan tersebut, sekaligus melestarikan budaya dan identitas Abu Dhabi.

Namun demikian, Pemerintah Abu Dhabi pada tahun 2013 telah

melakukan perubahan nama sejumlah jalan utama di Abu Dhabi dengan nama-nama pemimpin besar Abu Dhabi.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan, serta untuk

mengenang visi, kepemimpinan dan kontribusi mereka dalam membangun masyarakat PEA (Persatuan Emirat Arab).

Nama jalan tersebut yaitu: Fatima Bint Mubarak Street, Shaikh Zayed Bin Sultan Street, Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Street, Khalifa Bin Zayed First Street, Sultan Bin

Zayed First Street, Shakhbout Bin Sultan Street, Mubarak Bin Mohammad Street, dan Salama Bint Butti Street.

Perubahan nama jalan di Abu Dhabi dengan nama pemimpin negara sahabat sebelumnya pernah dilakukan Pemerintah UEA pada tanggal 23 September 2019.

Saat itu mereka meresmikan jalan King Salman bin Abdulaziz Al Saud di salah satu ruas jalan di Abu Dhabi sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi Raja Salman kepada Dunia

Islam dan untuk memperkuat hubungan bilateral UEA – Arab Saudi dan rakyat kedua negara.

Penamaan jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi menambah jumlah nama tokoh Indonesia yang ada di luar negeri, seperti Jalan Sukarno di Rabat, Maroko, Jalan Muhammad Hatta di Harleem, Belanda, Jalan Raden Adjeng Kartini di Amsterdam, dan Jalan Munir di Den Haag. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: