Myanmar Melangsungkan Pemilu Sela Pilih Anggota Parlemen

FOTO: cnnindonesia.com/indolinear.com
Senin, 5 November 2018

Indolinear.com, Myanmar – Myanmar melangsungkan pemilihan umum sela pada Sabtu (3/11). Pemilu ini berskala kecil, namun menentukan bagi Aung San Suu Kyi, yang merebut kekuasaan di Myanmar bersama Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada tahun 2015 lalu.

Selama beberapa tahun berkuasa, Suu Kyi kerap dikritik, terutama terkait persoalan hak asasi manusia etnis Rohingya di negara bagian Rakhine.

Sebanyak 13 kursi diperbutkan kali ini, terdiri dari kursi parlemen dan legislatif daerah, dan tersebar di seluruh Myanmar.

Lebih dari 20 partai ikut serta dalam pemilu sela ini, dan 69 kandidat yang bertarung memperebutkannya.

Di salah satu lokasi pemungutan suara di Tamaw, Yangon, seorang pemilih menyatakan dukungannya kepada Suu Kyi.

“Saya memilih NLD pagi ini,” kata Maung Maung, 34, seorang insinyur perangkat lunak yang tinggal di Tamwe, dilansir dari Cnnindonesia.com (04/11/2018).

“Saya adalah pendukung kuat NLD selama bertahun-tahun tetapi sejauh ini ketika NLD mengambil alih kekuasaan, ada beberapa kegagalan yang sedang mereka perbaiki,” tambahnya, tanpa merinci lebih lanjut.

Sementara Aye Soe, seorang pedagang jalanan berusia 52 tahun, mengungkapkan dukungan penuhnya.

“Saya akan mendukungnya sampai saya mati,” katanya.

Hasil awal pemilu ini dijadwalkan akan diumumkan pada Minggu besok.

Di sisi lain, reputasi peraih Nobel Suu Kyi tampaknya tetap baik di dalam negeri daripada di luar negeri. Di luar, citranya sebagai ikon perdamaian rusak akibat krisis tak berkesudahan yang menimpa Rohingya.

Lebih dari 720 ribu orang dari minoritas Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak serangan militer pada Agustus 2017.

Hingga kini mereka meringkuk di kamp-kamp yang penuh sesak, menceritakan kisah-kisah pembunuhan, pemerkosaan, dan desa-desa yang terbakar habis.

Myanmar membantah hampir semua tuduhan tersebut, dan mengklaim tentara mereka melakukan pembelaan diri terhadap militan Rohingya.

Penyelidikan yang dilakukan PBB telah merekomendasikan isu Rohingya untuk dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional sedang anggota senior Tatmadaw–pasukan bersenjata–dirujuk untuk diselidiki atas tuduhan genosida. (Uli)

%d blogger menyukai ini: