Musrenbang Kecamatan, Serpong Usulkan 165 Kegiatan Fisik dan Non Fisik

FOTO: Eksklusif Kecamatan Serpong for indolinear.com
Kamis, 27 Februari 2020

Indolinear.com, Tangsel – Untuk menyerap aspirasi warga, Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar  Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 25 Februari 2020 di Aula Kantor Kecamatan Serpong, Tangsel.

Menurut Camat Serpong Dwi Suryani, mekanisme Musrenbang Kecamatan ini diawali dari Pra Musrenbang yang telah dilaksanakan di tingkat RW dan dilanjutkan Musrenbang tingkat Kelurahan.

“Kami telah menyepakati usulan-usulan atau pagu indikatif yang telah ditentukan yaitu untuk Kelurahan sebesar Rp 18 Milyar terbagi di 9 Kelurahan, sedangkan pagu Kecamatan sebesar Rp 4.2 Milyar,” ungkap Dwi.

Lanjutnya, untuk Musrenbang F1 Kelurahan sudah fix usulannya. Ia menargetkan 50 persen untuk fisik dan 50 persen untuk non fisik. Masih ada 32 kegiatan di F2, ini tugas delegasi untuk memilih secara selektif mana saja yang akan dimasukan ke pagu indikatif Kecamatan atau tidak.

“Mudah-mudahan 32 kegiatan ini juga bisa terlaksana di OPD atau reses Dewan. Untuk Kecamatan tersedia Fisik 123 Kegiatan dan Non Fisik 42 kegiatan, tinggal menentukan kegiatan apa yang bisa sesuai dengan yang diharapkan,” bebernya.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa Musrenbang saat ini merencanakan aktivitas kegiatan pada 2021 mendatang.

“Delegasi yang sudah ditunjuk dari Kelurahan saya berharap mampu untuk bisa berpikir dan merencanakan, membawa pemikirannya untuk tahun 2021. Kita diminta untuk berpikir jauh kedepan akan seperti apa,” ungkap Benyamin.

Menurutnya yang harus diperhatikan pada Musrenbang adalah jumlah penduduk. Karena aktifitas pembangunan yang dilakukan pemerintah tentu harus diperhitungkan.

“Kami berharap apa yang sudah dirumuskan di tingkat Kelurahan menjadi prioritas pada perumusan di tingkat Kecamatan. Bagaimana kemudian pergerakan masyarakat dari aspek ekonomi, sosial dan budaya,” bebernya.

Dilokasi yang sama, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa Musrenbang ini untuk perencanaan pembangunan di 2021, dimana merupakan akhir dari jabatannya memimpin Tangsel. RPJMD akan diselesaikan sampai 2021.

“Untuk penyusunan program kegiatan masih tanggung jawab saya. Kami melakukan percepatan di tahun 2020, sehingga akhir masa jabatan saya, janji sudah selesai dan semua terpenuhi,” paparnya.

Jangan lupa pastikan apa yang jadi masukan F1 sudah masuk sistem. Tinggal melihat F2 nya bisa masuk ke F1 Kecamatan atau tidak. Walikota Airin berharap Musrenbang dapat berjalan dengan baik dan ada program skala prioritas.(ADV)

INDOLINEAR.TV