Mulai Tahun Ajaran 2020/2021, Kota Tangerang Akan Terapkan E-Raport

FOTO: rmco.id/indolinear.com
Rabu, 23 Oktober 2019
loading...

Indolinear.com, Kota Tangerang – Mulai tahun ajaran 2020/2021, Pemerintah Kota Tangerang menerapkan raport berbasis elektronik atau E-Raport untuk para pelajar. Sebanyak 400 sekolah negeri dan swasta tingkat SMP, telah diberikan workshop sebelum penerapan E-Raport diberlakukan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia, menerangkan, E-Raport bukan hanya menjadi acuan  bagi para guru tapi bagi orang tua dalam membantu pihak sekolah dalam mendidik anaknya untuk meraih nilai sempurna. Orang tua nantinya tidak berpatokan pada hasil yang diperoleh anaknya namun juga melihat proses sang anak dalam meraih nilai.

“Supaya orang tua ini melihat bagaimana proses anak berkembang dan belajar. Kalau nilai anak kurang, orang tua akan mencari cara agar anaknya dapat lebih giat dalam menimba ilmu,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, dilansir dari Rmco.id (22/10/2019).

E-Raport mencatat tentang semua capaian kompetensi siswa. Mulai dari  kehadiran, nilai mata pelajaran, sikap, prestasi, hingga catatan wali kelas. E-Raport juga terhubung langsung dengan data pokok pendidikan (Dapodik) sehingga, bisa digunakan sebagai sarana informasi siswa yang terintegrasi secara nasional.

Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah, menjelaskan, melalui sistem E-Raport, nantinya tak hanya guru yang bisa memantau dan mengetahui nilai akademik siswanya selama masa pembelajaran. Namun juga kepala sekolah dan orangtua murid. “Tahun depan bukan cuma guru tapi orang tua, dan kepala sekolah tau bagaimana hasil  belajar mengajar anak-anaknya,” ucap Arief.

Hasil belajar mengajar yang tersaji di E-Raport, diyakini dapat membantu meningkatkan mutu  pendidikan dengan melibatkan seluruh aspek. Hasil ulangan harian, semester, dan ujian siswa  rencananya dapat diakses setiap wali murid melalui teknologi E-Raport tersebut.

“Dulu guru aja. Sekarang kepala sekolah ikut memantau kesulitannya apa, mata pelajarannya apa saja. Kalau ada materi yang sulit dipahami berarti guru yang harus lebih maksimal. Tapi kalau rata-rata siswanya bisa semua, dan hanya ada satu atau dua siswa yang tidak bisa, berarti orang tua bisa membantu,” papar Walikota. (Uli)