Monther Rasheed Mahasiswa UMM Asal Palestina Merayakan Lebaran Di Malang

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 12 Juni 2019

Indolinear.com, Jakarta – Monther Rasheed memutuskan meninggalkan Kota Ramallah, Palestina, sejak akhir Agustus 2017. Tekad bulatnya untuk mencari ilmu menjadi awal dari kisah perjalanan panjang selama di Indonesia.

Monther, demikian biasa dipanggil, menjadi salah satu penerima beasiswa Darmasiswa angkatan 2017 yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Pria kelahiran Hebron, Palestina ini harus tinggal selama satu tahun di Indonesia.

“Saat saya tahu saya mendapatkan beasiswa di Indonesia, saya yakin dengan negara ini. Bagi kami orang-orang Palestina, orang-orang di Indonesia sangat peduli dengan kami,” jelas Monther Rasheed saat ditemui tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu, dilansir dari Merdeka.com (10/06/2019).

Perjalanan beasiswa Monther dimulai dari Kota Malang, setelah memutuskan menempuh ilmu di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia dianugerahi ‘generasi baru’ Kampus Putih, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2017 dengan mendapatkan keluarga baru di Indonesia.

“Sejak pertama kali saya di UMM, saya sangat bangga dengan kampus ini. Semua orang baik dan anggap saya adalah keluarga baru mereka,” tuturnya.

Monther yang selalu membawa bendera Palestina kemana pun pergi dengan menggebu-gebu mengisahkan semangat Palestina saat merayakan Hari Raya. Itu yang tahun ini tidak dirasakan bersama saudara-saudarannya, lantaran harus menempuh ilmu di Indonesia.

“Kami di Palestina tidak pernah bersedih lama-lama. Bagi kami, hidup kami harus berjalan terus. Pada Hari Raya pun, kami juga merayakannya seperti orang lain lakukan,” kisahnya dengan raut wajah bahagia.

Hari Raya tahun ini, Monther mengaku sengaja tidak segera kembali ke Palestina. Ia ingin merasakan ber-Hari Raya dengan keluarga Achmad Habib, yang menjadi keluarga barunya.

Achmad Habib adalah dosen UMM, yang menjadi keluarga baru bagi Monther Rasheed. Keluarga Achmad Habib dirasakannya sangat terbuka untuk memberikan Monther dan beberapa kawannya untuk tinggal bersama di kediamannya.

“Keluarga baru saya adalah Pak Habib, beliau memberikan kami tempat tinggal dan dia juga sangat baik dengan kami. Dia merasa kami keluarganya dan saya juga senang bisa punya ayah di sini,” tutur mahasiswa Bahasa Indonesia UMM ini.

Pria dengan kegemaran fotografi ini juga memaparkan bagaimana kebiasaannya bersama keluarganya saat Hari Raya. Ia mengaku Hari Raya di Indonesia tahun ini laksana tetap di Palestina, karena diisi dengan mengunjungi ke rumah beberapa temannya di Indonesia.

“Saya rasa Hari Raya saya di sini menjadi Hari Raya seperti di Palestina, karena saya juga akan berkunjung ke rumah teman,” tutupnya. (Uli)