Moeldoko, Anak Petani Berhasil Wujudkan Mimpi Menjadi Panglima TNI

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 17 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Jenderal TNI (Purn) Moeldoko pernah mendapat julukan sebagai anak dusun yang memiliki karier cemerlang. Kesuksesan Moeldoko dikariernya saat ini, tentu tidak mudah didapatkan olehnya. Lahir di keluarga petani miskin, ia mengaku terbiasa bekerja keras dan berjuang, hingga akhirnya mencapai apa yang diinginkan olehnya.

Baru-Baru ini, Moeldoko terlihat mengenang kilas balik perjalanan karier-nya saat pertama kali lulus dari Akademi Militer. Hal tersebut ia sampaikan dalam unggahan terbarunya di Instagram, @dr_moeldoko. Berikut informasi selengkapnyaYang dilansir dari Merdeka.com (15/09/2020):

Unggahan Moeldoko Kenang Dirinya Anak Seorang Petani

Dalam unggahan foto terbarunya, ia terlihat mengunggah potret lawas dirinya saat baru lulus dari Akademi Militer yang disandingkan dengan foto dirinya saat menjabat menjadi Panglima TNI. Ia menuliskan sebuah keterangan foto yang menceritakan kilas balik perjalanan karier-nya.

“Seorang kawan mengirimkan foto lama, saat saya wisuda Akmil tahun 1981. Sebagai remaja yang lahir dan besar dari keluarga petani, lulus akademi militer saja sudah menjadi kebanggaan besar bagi saya,” tulis Moeldoko dalam keterangan fotonya.

Dalam keterangannya, Moeldoko mengatakan bahwa ia hanyalah seorang anak petani biasa yang berhasil mewujudkan mimpinya dengan cara bergabung bersama TNI. Selain dari unggahannya, Moeldoko juga pernah menceritakan kisah hidupnya melalui sebuah buku yang berjudul ‘Panglima TANI Moeldoko: Anak Dusun Yang Jadi Negarawan’.

Cita-Cita Menjadi Panglima

Lebih lanjut, ia menuliskan jika menjadi seorang Panglima TNI merupakan cita-citanya sejak dinyatakan lulus dari Akademi Militer. Setelah berjuang selama 32 tahun, akhirnya keinginan tersebut terwujud.

“Alhamdulillah, 32 tahun kemudian, tepatnya tahun 2013 cita-cita itu terwujud. Tentu saja melalui kerja keras, terus belajar, dan disiplin. Dari situ saya percaya bahwa cita-cita itu harus diperjuangkan. Yakinlah,” tulisnya.

Jadi Lulusan Terbaik Akmil

Moeldoko merupakan seorang alumnus dari Akabri atau Akmil tahun 1981 silam. Saat lulus, ia mendapatkan predikat terbaik dan meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa. Pada tahun 2014 lalu, Moeldoko juga berhasil meraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia, dan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Selama berkarier di dunia kemiliteran, Moeldoko juga beberapa kali mendapatkan penghargaan tanda jasa seperti,  Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan masih banyak lagi.

Karier Militer Moeldoko

Moeldoko bisa dikatakan merupakan anggota TNI yang karier-nya cukup melejit. Setelah lulus dari Akmil, ia mulai menjabat sebagai Kasdam Jaya pada tahun 2008. Pada 2010, dia mengalami tiga kali rotasi jabatan dan kenaikan pangkat mulai dari Pangdiv 1/Kostrad (Juni-Juli 2010), menjadi Pangdam XII/Tanjungpura (Juli-Oktober 2010) dan Pangdam III/Siliwangi (Oktober 2010-Agustus 2011).

Tak sampai dua bulan, Moeldoko kemudian naik pangkat menjadi Letnan Jenderal. Kemudian, pada Februari 2013, ia ditunjuk menjadi Wakasad sebelum naik menjadi Kasad.

Ditunjuk jadi Panglima TNI

Selama berkarier di dunia militer, Moeldoko beberapa kali terlibat dalam operasi militer seperti Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995, dan penugasan lain di beberapa negara. Pada tahun 2013, ia juga sempat menjabat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Setelah itu, Moeldoko kemudian ditunjuk presiden ke-enam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk naik pangkat dan menjadi Panglima TNI. Ia menggantikan Laksamana Agus Suhartono saat ditunjuk sebagai orang nomor satu di TNI. Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI sejak  30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015.

Terjun ke Politik

Setelah pensiun dari militer, Moeldoko sempat menjajaki ranah politik praktis dan teratat masuk dalam jajaran pengurus Partai Hanura pada tahun 2016.

Moeldoko diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, mendampingi Jenderal TNI (Purn) Wiranto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.

Bergabung Bersama Kabinet Kerja Presiden Jokowi

Karier politiknya pun semakin cemerlang, ia ditunjuk untuk menggantikan Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan sejak 17 Januari 2018 pada Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pada 23 Oktober 2019, ia ditunjuk kembali menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: