Modal Berjualan Online, Pengusaha Sambal Roa Ini Sukses Raup Omzet Puluhan Juta

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 9 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Boleh dibilang sambal menjadi salah satu sajian yang tak bisa dipisahkan dari kuliner khas nusantara. Bahkan, sampai ada yang bilang, kurang lengkap rasanya menyantap makanan, tanpa adanya sambal di setiap hidangan. Begitu beragamnya jenis sambal ini, sampai-sampai hampir di setiap daerah punya sambal khas yang berbeda.

Salah satu sambal yang begitu lezat untuk dijadikan peneman menyantap beragam sajian adalah sambal roa. Sambal ini begitu terkenal di Manado. Namun, kisah unik justru datang dari seorang pemuda asal Balikpapan, Kalimantan Timur. Pemuda bernama Imam Masyhuda ini justru mengembangkan usaha sambal roanya bukan dari tanah Sulawesi, melainkan Kalimantan, dilansir dari Dream.co.id (07/09/2021).

Bernama Sambal Raja Roa

Dengan brand Sambal Raja Roa, Imam mulai membuka usaha sejak 2014. Ia mencoba menawarkan beragam sambal khas nusantara dengan kualitas premium. Salah satunya adalah sambal roa yang dipilih Imam sebagai produk unggulan. Bukan tanpa alasan kenapa ia memilih sambal roa ini, Imam ternyata punya kesan mendalam di baliknya.

Rupanya ibu mertua Imam adalah orang Manado. Suatu hari, mertuanya tersebut masak sambal roa yang membuat Imam jatuh cinta setelah mencicipinya. Ia lantas coba menawarkan sambal roa ini kepada teman-temannya. Benar saja, mereka sepaham jika sambal roa buatan mertua Imam ini sangat lezat. Ia kemudian minta diajari untuk membuat sambal roa lezat tersebut dari mertuanya langsung.

Setelah itu, ia dan istri memantapkan diri jualan sambal roa dengan brand ‘Sambal Raja Roa’. Seiring berjalannya waktu, usahanya tak hanya fokus pada satu jenis sambal, melainkan ada beberapa macam, seperti sambal ebi, sambal cumi, dan sambal cakalang.

Lika-Liku Mengawali Usaha dengan Jualan Gerobak

Sebagaimana yang diawali banyak pengusaha pemula, Imam juga mengawali beragam lika-liku di awal memulai UMKM ini. Ia bahkan sempat berjualan sambal secara konvensional menggunakan gerobak keliling. Padahal waktu itu, ia pegawai kantoran di sektor BUMN, tetapi tak malu untuk melakukannya.

Selama berjualan secara konvensional ini, Imam menghadapi banyak tantangan. Mulai kesulitan mengeluarkan modal, lebih-lebih setelah memutuskan resign dan fokus berwirausaha. Selama tiga bulan berturut-turut ia harus mengeluarkan uang terus untuk operasional, pengembangan dan pemasaran produk. Baru kemudian, keuntungan mulai terlihat walau masih tak seberapa.

Demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar, Imam mulai berani mencoba platform online untuk berjualan. Pada 2019, ia mulai menjual produk Sambal Raja Roa di media sosial hingga marketplace. Perlahan tapi pasti, bisnisnya berkembang setelah ia memasarkan produknya lewat Tokopedia.

Imam bahkan merasakan banyak keuntungan di Tokopedia. Dua produk unggulan Sambal Raja Roa, sambal roa dan cakalang, jadi produk favorit pelanggan Tokopedia. Berkat peningkatan penjualan yang sangat drastis, terutama lewat Tokopedia ini, Sambal Raja Roa sampai mampu meraih omzet hingga Rp50 juta per bulan.

Tak Gampang Berpuas Diri dan Terus Tingkatkan Kualitas Produk

Meski meraup omzet fantastis, tetapi Imam enggan berpuas diri. Ia terus mengembangkan bisnisnya, dengan meningkatkan kualitas pelayanan. Misalnya, sambal yang dikirimkan ke konsumen dilengkapi dengan plastik tahan benturan. Berkat langkah ini, Sambal Raja Roa banyak diminati pelanggan. Imam pun berupaya mempertahankan kelezatan rasa dan komposisi bahan secara konsisten, agar tak menurunkan kualitas produknya.

Keuntungan Semakin Berlipat-Lipat dengan Jualan Online

Melihat tren jualan secara online di marketplace sangat menguntungkan, Imam terus mengembangkan UMKM-nya bersama Tokopedia. Ia bahkan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat lewat Kumpulan Toko Pilihan (KTP) di Tokopedia, karena kampanye belanja dan fitur menarik tersebut turut meningkatkan penjualan Sambal Raja Roa.

Kerennya lagi, pelanggan Sambal Raja Roa kini tak hanya berasal dari Kalimantan maupun Sulawesi, tetapi dari seluruh Indonesia. Berkat berjualan secara digital ini pula, Imam mampu bertahan di masa pandemi, yang sempat menggempur usahanya hingga mengalami penurunan omzet sebesar 80%.

Kini, omzet Sambal Raja Roa kembali menanjak, bahkan naik 50% dibandingkan dari angka total sebelum pandemi. Lewat kisah suksesnya, Imam berharap pelaku UMKM lainnya bisa mulai mencoba memanfaatkan platform online untuk mengembangkan usaha secara digital. Siap mencobanya, (Uli)