Mobil Listrik Bisa Ambil Alih Dunia Lebih Cepat Dari Prediksi

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 15 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ledakan penggunaan internet dalam beberapa tahun belakangan bergerak sangat cepat. Terlebih, saat masa pandemi virus Corona Covid-19, banyak lini kegiatan masyarakat yang tak lepas dari internet alias semua dijalankan dengan online.

Menurut Kepala Koresponden Lingkungan BBC, Justin Rowlatt, hal yang sama bisa saja terjadi dengan perkembangan penggunaan mobil listrik. Pasalnya, apa yang terjadi di industri otomotif, bukan hanya perubahan permintaan konsumen tapi juga revolusi teknologi.

Berdasarkan artikel tersebut, yang dilansir dari Liputan6.com (13/06/2021), banyak produsen mobil yang setuju dengan sudut pandang tersebut, dan dengan cepat melakukan pergeseran ke kendaraan listrik.

Masa akhir mesin pembakaran internal tampaknya tidak hanya mempercepat penggunaan mobil listrik, tapi justru dalam beberapa kasus, rencana penghentian mesin bensin dan diesel ini benar-benar dilakukan oleh pabrikan.

Sementara itu, General Motors mengatakan akan beralih ke kendaraan listrik pada 2035. Sedangkan Ford mengatakan, semua kendaraan yang dijual di Eropa akan menjadi listrik pada 2030. Volkswagen menyatakan bahwa 70 persen mobil yang akan dijual akan menjadi listrik pada 2030.

Penjualan meningkat

Jaguar juga hanya akan menjual kendaraan listrik pada 2025, dan Lotus milik Geely akan menyusul tiga tahun kemudian.

Di bawah payung perusahaan yang sama dengan produsen mobil sport, Volvo hanya akan menggunakan kendaraan listrik mulai 2030.

Mungkin ada alasan bagus untuk eksodus massal dari tenaga bensin, meskipun penjualan mobil secara keseluruhan merosot selama pandemi virus corona. Tapi, penjualan global mobil listrik pada 2020 naik 43 persen menjadi total 3,2 juta. (Uli)