Mitos Seputar Pertumbuhan Bayi Atau Anak Yang Paling Sering Dipercaya

FOTO: pikiran-rakyat.com/indoliear.com
Selasa, 17 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Tidak sedikit mitos seputar pertumbuhan bayi atau anak yang beredar di masyarakat.

Sebagai orangtua kita harus pintar menyikapinya, karena yanga namanya mitos jelas tidak sepenuhnya di dukung oleh fakta ilmiah.

Sebagai orangtua mungkin menyadarinya, bahkan mengalami langsung mengenai larangan dan saran tentang cara mengurus bayi atau mengasuh anak yang dianggap baik.

Terkadang saran yang dianggap baik justru bukanlah hal yang benar-benar baik atau hanya mitos saja.

Biasanya, saran dan masukan tersebut datang dari keluarga terdekat, kerabat, atau teman yang sudah duluan memiliki anak.

Namun, apa benar semua saran tersebut adalah fakta atau hanya mitos belaka?

Sebelum kita mempercayai berbagai saran yang mungkin hanya mitos tersebut, sebaiknya kita mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

Dikutip dari Pikiran-rakyat.com (16/05/2022). Berikut 5 mitos dan fakta seputar pertumbuhan anak yang paling sering dipercaya:

  1. Bayi atau Anak diam berarti dia baik-baik saja.

Beberapa orang menganggap kalau bayi atau anak tidak sering menangis berarti dia baik-baik saja.

Namun faktanya, diam saja dan tidak banyak bergerak juga bisa merupakan tanda bayi sedang sakit.

Jadi, orangtua justru harus memeriksa apabila Si kecil diam saja dalam waktu yang cukup lama.

  1. Baby walkers membantu anak belajar jalan.

Tidak sedikit kita jumpai penggunaan alat bantu berjalan (baby salker) pada anak usia berlatih berjalan.

Padahal menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, penggunaan baby walker justru berbahaya.

Penggunaan alat ini berisiko membuat Si kecil celaka seperti terjatuh, terjungkal, jika tidak diawasi.

  1. Anak terlambat bicara, nanti juga bisa sendiri.

Sebagian orangtua menganggap kalau anak terlambat bicara bukanlah suatu masalah yang besar karena nantinya bayi atau anak akan bisa bicara dengan sendirinya.

Perlu orangtua pamahi, kemampuan bayi berbicara perlu dilatih layaknya kemampuan untuk berjalan.

Jadi tidak seharusnya kemampuan ditunggu saja melainkan harus dilatih bicara dengan cara terus mengajak berkomunikasi hingga bayi bisa menirukannya.

  1. Nonton TV tidak baik untuk mata.

Kebanyakan orangtua menganggap bahwa anak membaca maupun menonton TV terlalu dekat bisa mengalami penurunan daya lihat.

Faktanya, sejauh ini belum ada bukti yang mengungkapkan bahwa menonton televisi terlalu dekat bisa membuat mata jadi rusak.

  1. Susu formula sama bagusnya seperti ASI.

Tidak sedikit orangtua yang menganggap bahwa susu formula sama bagusnya dengan ASI karena terpengaruh oleh iklan produk susu formula.

Faktanya, ASI jelas lebih unggul dan tidak tergantikan, karena kandungan nutrisinya yang tinggi untuk pertumbuhan anak.

Bahkan, ASI juga memiliki antibodi yang tidak ditemukan pada susu formula.

Itulah 5 mitos dan fakta seputar pertumbuhan bayi atau anak yang paling sering dipercaya. Semoga informasi ini bermanfaat. (Uli)

Berita Menarik Lainnya

loading...