Mitos-mitos Seputar Bisul Yang Masih Banyak Dipercaya Orang

FOTO: detik.com/indolinear.com
Rabu, 17 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Meski kedengarannya sepele, namun bisul merupakan salah satu penyakit yang tidak diharapkan oleh semua orang. Sebab bisul yang muncul pada salah satu bagian tubuh akan membuat orang tersebut tidak nyaman, bahkan dapat merasakan rasa nyeri jika bisul sudah membesar.

Pada dasarnya, bisul bisa pecah dan mengempis dengan sendirinya seiring beberapa waktu. Bisul ini pun tak lepas dari beberapa mitos yang dipercaya oleh masyarakat. Seperti apa mitosnya? Berikut mitos-mitos seputar bisul yang dilansir dari Detik.com (16/02/2021):

Duduk di atas bantal bikin bisulan

‘Jangan duduk di atas bantal, nanti bisulan!’. Nah mungkin sebagian dari kita pernah mendengar kalimat seperti itu. Ya, duduk di atas bantal dipandang sebagai hal yang pamali atau tak baik dilakukan. Konon duduk di atas bantal bisa membuat pantat jadi bisulan.

Sejauh ini belum ditemukan adanya penelitian atau pembuktian medis yang mendukung anggapan tersebut. Tak ada kaitan antara duduk di atas bantal dengan bisul yang tumbuh di pantat. Namun, secara medis bisulan akibat duduk di atas bantal bisa saja terjadi. Salah satunya disebabkan oleh kebersihan bantal yang digunakan untuk duduk.

Kebanyakan makan telur bikin bisulan

Tak sedikit masyarakat yang mengaitkan bisul yang cenderung bernanah dan penuh dengan makanan berbau amis layaknya telur. Ketika terkena bisul, biasanya orang tua pun akan melarang memakan telur atau memakan makanan amis lainnya.

Sebetulnya, mitos ini ternyata tidak benar adanya. Menurut pakar gizi, Profesor Hardinsyah beberapa waktu lalu, telur memang bisa saja menyebabkan bisul tapi itu hanya dialami oleh sedikit orang.

“Memang bisa menyebabkan bisul, cuma untuk mereka yang bereaksi terkena bisul ketika mengonsumsi telur. Tapi itu hanya dialami sangat sedikit orang. Hanya sekitar 0,5 persen saja,” kata Profesor Hardinsyah.

Bisul bisa sembuh dengan bawang putih

Ketimbang repot ke dokter, jadi banyak orang memilih mengobati bisul menggunakan bawang putih. Salah satu bumbu masakan ini memang kerap menjadi alternatif untuk mengobati beberapa penyakit. Sebab, bawang putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, di antaranya yaitu sebagai antikanker dan antijamur.

Bawang putih juga berperan sebagai antibakteri. Mungkin, hal itu yang membuat banyak orang mengira bawang putih bisa menjadi obat bisul. Padahal belum ada penelitian khusus yang mendukung anggapan tersebut.

Mitos berikutnya tentang bisul adalah jika memencet atau memecahkan bisul, maka bisul pun segera sembuh. Mitos ini ternyata juga salah kaprah dan tidak sesuai dengan medis.

Dokter kulit, dr Galih menegaskan bahwa bisul tidak boleh dipencet atau dipecahkan secara paksa karena dapat memperparah infeksi.

“Bisul sebenarnya tidak boleh dipencet karena dikhawatirkan justru terjadi penyebaran bakteri, yang dapat mengakibat infeksi masuk lebih dalam ke soft tissue dan otot,” tegas dr Galih. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: