Mitos Letusan Gunung Slamet, Juru Kunci: Pulau Jawa Tak Terbelah

FOTO: solopos.com/indolinear.com
Senin, 27 Juni 2022

Indolinear.com, Pemalang – Mitos tentang letusan Gunung Slamet yang bakal membelah Pulau Jawa menjadi dua telah tersebar luas. Mitos ini dikaitkan dengan ramalan Jayabaya, seorang raja dari Kerajaan Kediri di Jawa Timur pada masa lampau.

Akan tetapi, mitos tersebut dibantah oleh salah satu juru kunci Gunung Slamet, Warsito. Warga Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Menurutnya, jika terjadi letusan, maka lima kabupaten di sekitar gunung, yaitu Pemalang, Tegal, Brebes, Purbalingga, dan Banyumas, akan masuk dalam jangkauan semburan debu dan awan panas. Bukan terbelah menjadi dua seperti mitos yang selama ini diyakini sebagian masyarakat.

Penjelasan Warsito tertuang dalam artikel jurnal hasil penelitian karya Nachdienda Oktavianna Ariza, Guru Sejarah SMK Mulia Bakti Purwokerto.

Artikel yang diterbitkan Jurnal Ilmiah Kependidikan pada Maret 2017 itu menyebutkan bahwa Warsito adalah keturunan juru kunci Gunung Slamet. Nenek buyutnya, Nini Mantan Sarak, adalah wanita pertama yang menjadi juru kunci gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Dia menjadi juru kunci setelah mendapat wangsit dari nenek-nenek yang datang di mimpinya. Nenek-nenek itu diyakini sebagai nenek buyutnya, Nyai Manten Sarak.

“Hei Kulup, mbesuk yen ana wong sin pan ndaki meng Gunung Slamet tulung dideteraken. Umapa yen koe ora gelem ngeteraken ya diijine bae,” demikian pesan Nyai Manten Sarak yang disampaikan kepada Warsito lewat mimpi, dilansir dari Solopos.com (26/06/2022).

Pesan itu pun dipandang sebagai amanat untuk menjadi juru kunci Gunung Slamet. Amanat itu pun kemudian dijalani Warsito sampai saat ini.

Syarat Jadi Juru Kunci

Bukan hal mudah menjadi juru kunci. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Warsito.

Pertama, memiliki kemampuan dan pemahaman tentang legenda di Gunung Slamet dan tinggal di sekitar lereng. Kedua, disetujui oleh masyarakat melalui musyawarah.

Ketiga, diangkat dan direstui oleh juru kunci sebelumnya. Serta syarat yang paling utama adalah memiliki kesaktian dan dapat berkomunikasi langsung dengan Eyang Slamet dengan laku prihatin dan semedi.

Tugas sebagai juru kunci Gunung Slamet itu pun dijalani Warsito dengan penuh tanggung jawab. Dia senantiasa mendampingi pendaki agar selamat sampai tujuan.

gunung slamet, misteri gunung slamet, berita jateng,

Sepanjang hidup sebagai juru kunci, Warsito belajar mengenali gejala alam yang berkaitan dengan aktivitas gunung api aktif itu. Jika aktivitas gunung meningkat, dia akan mendapat petunjuk langsung dari Nyai Manten Sarak. (Uli)