Mitos Di Balik Curug Panganten Ciamis Yang Eksotis

FOTO: detik.com/indolinear.com
Kamis, 29 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Ciamis – Di balik Curug Panganten yang eksotis, ada sebuah mitos tersembunyi. Barangsiapa yang mandi sambil berzikir di sini keinginannya bisa terkabul. Penasaran?

Eksotisnya air terjun Panganten di Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Jawa Barat memiliki cerita mitos tersendiri. Untuk namanya disebut Curug Panganten karena curug tersebut ada dua seperti berpasangan.

Namun cerita mitosnya, konon percaya atau tidak, kalau melakukan ritual mandi sambil berzikir di lokasi curug maka tujuan dan keinginan yang diucapkan bisa tercapai.

Beberapa keinginan orang yang datang kesana dan melakukan ritual mandi seperti ingin dilancarkan dalam berdagang, pertanian, hingga karir pekerjaan. Namun menurutnya, itu sesuai dengan niat dan keyakinan masing-masing karena semua kembali kepada yang maha kuasa.

“Banyak yang datang ke curug untuk mandi dan minta tujuannya. Pertama harus izin dulu, sambil mandi tidak lupa berdzikir dan solawat. Jangan lupa minta izin dan jangan iri atau dengki, tidak mengganggu,” jelas sesepuh Dusun Palasari Desa Nasol Amah (65), dilansir dari Detik.com (28/07/2021).

Curug Panganten ini letaknya cukup tersembunyi di kaki gunung sawal tepatnya di Dusun Palasari, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tempatnya yang eksotik karena tempatnya berada dibawah tebing batu cadas dengan ketinggian sekitar 60 meter lebih. Juga dikelilingi pepohonan pinus khas hutan yang rindang. Serta banyak bebatuan yang menambah keindahan curug. Di bawah curug terdapat genangan yang cukup dalam, bisa digunakan untuk berenang atau sekedar basah-basahan.

Amah menuturkan bahwa Curug Panganten ini juga kerap mengeluarkan suara seperti gamelan. Ia bercerita, semasa muda dan berdasarkan warisan cerita dari orang tuanya, di sekitar curug sewaktu-waktu sering terdengar suara gamelan terurama bunyi gong.

“Dulu waktu hujan deras, sehabis dari sawah huma, dulu disini asa sawah huma sebelum ditanami pohon pinus. Sering terdengar suara ‘tatabeuhan’ gamelan dari sekitar curug,” kata Amah.

Saat ini, Curug Panganten ini mulai dikenal masyarakat dan banyak yang berdatangan. Masyarakat sekitar mengenal curug ini sebagai salah satu tempat wisata yang harus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. (Uli)