Mitos Atau Fakta: ‘Oray Koneng’ Cadas Pangeran Betulan Ada?

FOTO: detik.com/indolinear.com
Senin, 11 April 2022

Indolinear.com, Sumedang – Jalan Cadas Pangeran menjadi salah satu kawasan yang rawan longsor di Kabupaten Sumedang. Hal itu lantaran kondisi geografisnya yang berupa lereng, tebing tinggi serta jurang yang sangat curam.

Selain longsor, jalan Cadas Pangeran juga menjadi salah satu kawasan yang rawan akan kecelakaan lalu lintas. Entah berapa korban jiwa yang sudah melayang akibat kecelakaan di jalur tersebut.

Banyaknya fenomena yang terjadi di jalan Cadas Pangeran, terkadang kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis atau pun mitos. Terakhir dengan munculnya mitos ular kuning (oray koneng).

Mitos tersebut santer terdengar pada saat adanya aksi heboh yang dilakukan oleh Yana Supriatna dengan berpura-pura hilang di kawasan Cadas Pangeran pada akhir tahun 2021 lalu. Ketika itu, salah seorang paranormal terekam kamera mengabarkan bahwa Yana berada dalam perut oray koneng di perairan.

Saat itu, beragam spekulasi pun banyak bermunculan. Hingga entah darimana bisa muncul cerita bahwa Yana dibawa oleh sosok mitos berupa oray koneng. Semua perkiraan pun pada akhirnya terpatahkan setelah Yana nyatanya ditemukan di daerah Dawuan Majalengka.

Lalu bagaimana menurut warga yang tinggal di lembah Cadas Pangeran atau di Dusun Ciseda, Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang terkait mitos-mitos tersebut.

Salah seorang warga yang tinggal disana, yakni Unus (80). Unus diketahui sebagai purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir sebagai Serka. Ia pun memiliki pengalaman keluar masuk hutan di beberapa daerah di Indonesia.

Selain itu, ia pun pernah menjabat kepala desa di Desa Cimarias mulai dari 1989-an. Maka tidak heran jika ia yang telah tinggal disana sejak 1964, memahami betul kondisi wilayah dusun Ciseda beserta wilayah Cadas Pangeran lainnya.

Disinggung soal mitos oray koneng di kawasan Cadas Pangeran, dikatakan Unus, mitos tersebut sebelumnya tidak pernah terdengar oleh warga di dusun Ciseda, dilansir dari Detik.com (10/04/2022)

Mitos tersebut, lanjut dia, baru muncul saat adanya kejadian menghebohkan yang dilakukan oleh pria bernama Yana yang berpura-pura hilang atau jatuh ke dasar jurang Cadas Pangeran pada tahun lalu.

“Mitos oray koneng itu berasal dari warga luar, bukan dari warga Ciseda, karena selama saya tinggal disini tidak pernah dengar tentang mitos itu,” ungkap Unus kepada detikjabar belum lama ini.

Bahkan, ia yang sudah sering menyusuri dasar jurang Cadas Pangeran, mengaku tidak pernah sekalipun mengalami kejadian-kejadian aneh atau bertemu dengan sosok mitologi entah itu oray koneng atau pun sosok aneh lainnya.

“Saya itu sering menyusuri Cadas Pangeran sampai ujung dan alhamdulillah tidak kenapa-kenapa, kalau ular kecil-kecil ada, babi hutan ada tapi kalau oray koneng tidak pernah ada,” katanya.

Hal senada diutarakan warga lainnya, Entin (54). Ia merupakan istri dari Ketua RT setempat dan ia pun terlahir di Dusun Ciseda.

Menurutnya, selama ia tinggal di Dusun Ciseda tidak pernah mengalami hal-hal mistis atau horor seperti cerita yang banyak beredar di luaran tentang kawasan Cadas Pangeran.

“Ah karena ibu mah orang sini dan terlahir disini jadi biasa aja,” ujarnya.

Dusun Ciseda sendiri merupakan dusun yang berada di lembah atau di dasar Jurang Cadas Pangeran. Dusun Ciseda sendiri ada tiga, yakni Ciseda Satu, Ciseda Dua dan Ciseda Tengah yang jarak antar ketiganya cukup berdekatan.

Dusun Ciseda Satu menjadi dusun yang paling dekat dengan lereng Cadas Pangeran atau berada di sebrangnya dengan hanya terpisahkan oleh aliran sungai Cipeles. (Uli)

loading...