Mitos Atau Fakta, Makanan Pedas Bisa Meredakan Batuk Dan Pilek?

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 5 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Makanan pedas kerap menjadi kudapan favorit oleh sebagian orang, hingga dipercaya dapat menghilangkan batuk dan pilek.

Warna merah dari pedasnya cabai di makanan dianggap mampu meredakan batuk dan pilek. Apakah benar hal itu?

Dikutip dari Kompas.com (04/05/2022), banyak orang merasakan bahwa mengonsumsi makanan pedas dapat menyebabkan hidung meler dan membersihkan saluran sinus.

Hal itu disebabkan oleh kapsaisin, sebuah zat kimia dalam cabai yang menimbulkan cita rasa pedas.

Capsaicin atau kapsaisin dalam jumlah tinggi akan memicu efek desensitisasi yang mampu mengencerkan lendir saat batuk atau pilek, sehingga membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Respiratory Medicine pada 2015 lalu mengamati hubungan antara kapsaisin dengan batuk atau pilek.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kapsaisin mampu membantu menurunkan kepekaan saraf yang memberi sinyal pada otak untuk batuk.

Gejala batuk dan pilek akhirnya terasa lebih ringan dan orang tersebut cenderung lebih sedikit mengeluarkan batuk setelah mengonsumsi makanan pedas.

Efek samping makan pedas

Penurunan sensitivitas hanya bertahan selama beberapa jam saja. Jika ingin memperpanjang efek kapsaisin, orang dengan sakit batuk harus kembali mengonsumsi makanan pedas.

Meski dapat mempertahankan efek baik dari kapsaisin, terlalu sering menyantap makanan pedas saat sedang dilanda batuk atau pilek, tidak selalu berakhir baik.

Makanan pedas yang dikonsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan munculnya penyakit lain, seperti kembung, nyeri, dan mual. (Uli)

loading...