Misteri Patung dan Relief 45 Tahun Bersembunyi Di Gedung Sarinah

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 22 Maret 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sarinah yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, merupakan gedung bersejarah bagi Indonesia. Pusat perbelanjaan pertama itu dibangun dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1962 silam.

Saat ini gedung tersebut sudah berusia 45 tahun dan sedang menjalani proses renovasi dan revitalisasi untuk menjaga kekokohan strukturnya. Perbaikan ruang komersial ini ditargetkan kelar 17 Agustus 2021.

Direktur PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati menuturkan, Sarinah tetap menjaga warisan pendiri meski seringkali dilakukan pemugaran demi menjaga konstruksi bangunan tetap kokoh, dilansir dari Dream.co.id (20/03/2021).

Selamat dari Kebakaran Tahun 1984

Pekerjaan renovasi dimulai dengan pekerjaan yang tak menimbulkan kerumunan seperti desain, arsitektur, pemetaan, audit teknis dan lain-lain.

Tim Sidang Pemugaran pun sudah melakukan peninjauan bersama Tim Ahli Cagar Budaya pada 15 Oktober 2020 silam. Saat melakukan peninjauan, tim gabungan menemukan sebuah artefak antik yang berada di lokasi tersembunyi.

Meski pernah terjadi kebakaran hebat pada 1984, namun relief patung yang menggambarkan dua petani itu berhasil selamat.

” Relief patung ini selamat dari kebakaran hebat yang terjadi tahun 1984,” dikutip dari video yang diunggah pada kanal YouTube Candrian Attahiyyat.

Keberadaannya Tersembunyi Selama 45 Tahun

Keberadaannya tak diketahui karena relief tersebut lokasinya tersembunyi yakni di ruang mekanikal dan elektrikal. Ruang ini memang jarang dilalui oleh publik.

” Setelah selamat dari kebakaran, justru relief patung ini dijadikan ruang mekanikal dan elektrikal yang tidak sembarangan orang boleh masuk,” dikutip dari video yang diunggah pada kanal YouTube Candrian Attahiyyat.

Sementara itu, Ketua Tim Sidang Pemugaran Boy Bhirawa menjelaskan, pemugaran terhadap gedung tak akan membuat relief tersebut juga mengalami perubahan.

Patung dan Relief Diberi Perlakuan Khusus

Pihaknya justru akan memberikan perlakuan khusus terhadap kedua patung relief tersebut lantaran memiliki kisah sejarah yang cukup penting.

” Ya, pada dasarnya temuan seperti ini harus diperlakukan secara khusus. Pertama, perlindungan artefaknya. Kedua adalah bagaimana cara mengapresiasinya.

” Kalau terbaik itu pasti di tempat yang sama, baik dari sisi pemindahannya yang rumit[..]. Tapi yang lebih penting lagi kalau di dalam artefak ini ada cerita tentang bangunan yang memang esensial,” tambah Bhirawa.

Renovasi Gedung Sarinah Memakan Biaya Rp1,8 Triliun

Relief itu menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia sebelum kemerdekaan. Penggambaran mereka tanpa alas kaki, berkebaya, bahu terbuka, dan bercaping. Terlihat sejumlah petani sedang membawa hasil panen. Pada bagian lain, ada nelayan dan pedagang.

Dalam rancangan pengembangan Sarinah, relief dan patung ini akan dibongkar dan dipindahkan untuk dipajang di halaman utama Gedung Sarinah, serta dilengkapi dengan narasi mengenai cerita dari relief dan patung tersebut.

Renovasi dan revitalisasi gedung baru tersebut dilaporkan akan membutuhkan dana sebesar Rp 1,8 triliun. Hal itu disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Salah satu alasan melakukan renovasi dan revitalisasi adalah agar Sarinah dapat tetap bersaing, namun dengan tidak meninggalkan nilai sejarah dari Sarinah itu sendiri. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: