Misteri Kartu Pos Asal Hong Kong Yang Dikirim Ke Illinois

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 17 November 2019
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Springfield – Seorang wanita Illinois berharap dapat memecahkan misteri tentang sebuah kartu pos yang dikirim ke rumahnya pada minggu lalu. Kartu pos tersebut tertuliskan “Hong Kong” dan tertanggal 1993.

Wanita bernama Kim Draper tersebut mengatakan kepada CNN, kartu pos itu mungkin dikirim ke alamat yang salah ketika tiba pada 8 Juli 2019.

“Saya pertama kali melihatnya kaget, mungkin ini salah alamat dan saya pikir ini pasti ditujukan untuk salah satu tetangga saya yang tidak saya kenal, karena kondisi kartu masih sangat baik,” aku Draper, melansir dari Liputan6.com (15/11/2019).

“Saat saya melihat dan membacanya dengan teliti, saya terkejut karena ini berasal dari tahun 1993. Saya jadi bingung,” lanjutnya.

Kartu pos misterius tersebut diduga dikirim langsung dari Hong Kong pada 8 Juli 1993, 26 tahun lalu, menuju ke Springfield, Illinois, Amerika Serikat. Pada benda tersebut juga ada gambar kapal tradisional Tiongkok dan ditujukan kepada Leena dan Muhammad Ali Kizilbash.

Kalimat pertama dalam pesan itu berbunyi: “Saya bersenang-senang di tempat yang sangat ramai ini”. Ada pula tanda tangan pengirimnya. “Sampai ketemu lagi. Ayahmu.”

Draper menambahkan, dia tinggal di rumah tersebut selama empat tahun, bersama suami dan putranya yang kini berusia 12 tahun. Ini adalah pertama kalinya dia mendapat surat misterius seperti itu.

Kartu pos tersebut memang tiba di alamat yang benar dan akhirnya, Draper memutuskan untuk mencoba menemukan orang bernama Lenna dan Muhammad Ali Kizilbash.

Draper mengatakan, dia tidak mengenali orang yang rumahnya dia beli, tetapi mantan penghuni itu mungkin telah menyewa rumah Draper dari pemilik sebelumnya. Nama mereka juga tidak muncul dalam catatan pajak properti daring.

Mencari Lewat Media Sosial

Setelah upaya pencarian serius, Draper menemukan Leena Kizilbash di Facebook. Dia sekarang ada di Massachusetts. Namun, Draper tidak bisa menemukan cara untuk menghubungi Lenna, hanya ingin memastikan apakah dia adalah orangnya.

Dia bahkan melakukan wawancara dengan koran lokal.

“Saya berharap jika seseorang melihatnya (Lenna), mungkin anggota keluarganya, mungkin kerabatnya, tolong beri tahu saya,” kata Draper.

Dia mengatakan beberapa pembaca telah mencoba membantu, tetapi dia belum mendapatkan petunjuk yang kuat.

Draper sangat berharap bisa memberikan kartu pos itu ke tangan alamat yang sesungguhnya. “Aku benar-benar ingin bertemu dengan mereka. Aku tidak ingin hanya mengirimkannya melalui pos,” ungkap Draper. (Uli)

INDOLINEAR.TV