Miliki Senjata Api, 65 Personil Kepolisian Ini Harus Ikuti Psikotes

Rabu, 17 Februari 2016

Indolinear.com, Tangsel - Sebanyak 65 personil Kepolisian Polres Tangsel antusias menjalani serangkaian psikotes kepemilikan senjata api (senpi), Selasa (16/2/2016).

Pelaksanaan psikotes ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan penggunaan atau kepemilikan senpi yang dilakukan di Aula Kecamatan Pondok Aren yang dipantau langsung oleh tim dari Polda yang dipimpin oleh AKP Angelia.

“Test psikologi itu sebagai syarat rekomendasi pemegang Senpi, yang dilakukan secara periodik tiap tahunnya. Selain itu dimaksudkan sebagai pengendalian supervisi anggota Polri dan evaluasi dalam penggunaan senjata api. Jadi, psikotes ini untuk menentukan sejauh mana tingkat emosi anggota Polri  yang pegang senjata,” kata Wakapolsek Pondok Aren AKP Ahmad Sugandi.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubag Humas Polres Tangsel AKP. Mansuri menjelaskan, dari 65 personilnya yang mengikuti tes, tidak mutlak bahwa seluruhnya otomatis akan mendapat izin memegang atau menggunakan senpi.

“Semuanya tergantung hasil tes nanti, bisa seluruhnya juga bisa setengahnya. Tes psikotes dan kejiwaan ini tidak hanya diikuti oleh anggota yang berpangkat bintara, beberapa di antaranya juga perwira,” ujarnya

Lanjutnya, bahwa dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007, sangat jelas disebutkan bahwa anggota Polri yang memegang senjata ditentukan sesuai hasil psikotes, dimana harus memiliki kriteria yang meliputi penyesuaian diri, pengendalian diri, stabilisasi emosi, dan daya tahan stress.

“Diharapkan dengan kriteria itu, anggota Polri yang memegang senjata api, dapat mengontrol emosinya. Sehingga tidak cepat mengambil keputusan, karena senjata merupakan pendukung dan sarana membantu tugas kepolisian, bukan penyelesaian urusan secara pribadi,” pungkasnya. (sophie)

 

loading...