Meski Terus Erupsi, Gunung Bromo Tetap Aman dan Menawan Untuk Dikunjungi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 20 Maret 2019

Indolinear.com, Malang – Gunung Bromo mengalami erupsi secara fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir ini.

Namun, aktivitas vulkanik Gunung Bromo dinilai belum membahayakan.

Erupsi yang terjadi hanya berupa semburan abu vulkanik dan pasir, bukan kerikil atau lava pijar.

Selasa (19/3/2019) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB terjadi 5 kali letusan.

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 900-1.500 meter dari puncak kawah.

Hujan abu terjadi di Pos Pengamatan Gunung Bromo dan terdengar suara gemuruh dan dentuman dari kawah.

Sebelumnya, Senin (18/3/2019) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, terjadi 28 kali letusan dengan amplitudo 25 – 34 mm selama 17-889 detik.

Tremor menerus amplitudo 0,5-30 mm, dominan 2 mm.

Tinggi kolom abu vulkanik berkisar 500 hingga1.500 meter.

Asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat, berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.”Meski hampir setiap hari erupsi, status Gunung Bromo tetap Waspada (level II). Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung, wisatawan, pendaki agar tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, dilansir dari Tribunnews.com (19/03/2019).

Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo diimbau menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik.

PVMBG menurut Sutopo terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik.

“BPBD sekitar Gunung Bromo, seperti BPBD Kabupaten Malang, BPBD Pasuruan, BPBD Lumajang, dan BPBD Probolinggo melakukan langkah-langkah antisipasi jika ada peningkatan status,” katanya.

BPBD pun membagikan masker kepada pengunjung.

Hingga saat ini, aktivitas wisata di Gunung Bromo berjalan normal.

“Sebaran abu vulkanik juga belum mengganggu jalur penerbangan sehingga Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tetap beroperasi normal,” katanya.

Ia pun mengatakan masyarakat tidak perlu takut dengan ada erupsi Gunung Bromo.

Justru, fenomena alam erupsi tersebut bisa jadi pemandangan tersebdiri yang tidak ditemukan di semua gunung.

“Di balik erupsi sesungguhnya banyak berkah yang ada.

Apalagi kemarin terjadi aliran permukaan menyerupai sungai yang melintas Lautan Pasir Bromo,” katanya.

Lanjut dia, hujan yang turun di sebelah barat dari puncak Gunung Bromo di daerah Pasuruan kemudian mengalir melintasi Lautan Pasir di kawasan Gunung Bromo hingga meresap ke dalam Lautan Pasir Bromo.

“Jadi, wisata di Gunung Bromo tetap aman. Jangan takut atau khawatir dengan adanya erupsi. Bromo tetap menawan dan menyimpan penuh kenangan,” katanya. (Uli)