Meski Terjadi Tren Melemah, Aset Kripto Disebut Akan Kembali Perkasa

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 8 Januari 2022
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di bulan Desember ini pasar perdagangan kripto memang cenderung sedang mengalami penurunan harga seperti terpantau pada perdagangan di Indodax hari Kamis siang. Namun, aset kripto masih memberikan sinyal positif untuk kenaikan jangka panjang.

CEO Indodax, Oscar Darmawan berpendapat bahwa kenaikan maupun penurunan harga Bitcoin biasanya diikuti oleh kenaikan ataupun penurunan beberapa aset kripto lainnya.

“Sebagai aset kripto yang memiliki market cap terbesar, sebenarnya kita bisa menjadikan Bitcoin sebagai acuan untuk melihat tren harga aset kripto lainnya. Karena biasanya, jika harga mayoritas aset kripto yang diperdagangkan di Indodax itu sedang hijau, maka harga Bitcoin pun sudah lebih dulu hijau. Begitu pula sebaliknya,” ujar Oscar dalam keterangan persnya, dilansir dari Merdeka.com (07/01/2022).

Meskipun pada perdagangan hari Kamis masih stagnan bahkan market kripto cenderung kembali melemah, Oscar memprediksi bahwa hal ini tidak akan berlangsung lama. Oscar yakin harga kripto akan berangsur mulai membaik, terlebih ada beberapa momen baik yang justru mendukung pasar kripto supaya lebih positif lagi.

“Salah satunya karena kekhawatiran investor terkait Omicron sudah mulai berkurang, munculnya obat perawatan untuk pasien Covid-19, dan juga momen beberapa hari lalu yang dianggap bisa mendongkrak market menjadi hijau,” terang dia.

Di samping itu, beberapa hari yang lalu, El Salvador tercatat menambahkan persediaan Bitcoin. Melalui cuitan resminya di Twitter, presiden El Salvador Nayib Bukele baru saja membeli 21 Bitcoin pada tanggal 21 Desember 2021 kemarin. “And we are buying 21 #bitcoin for the occasion” – tulisnya.

Tidak hanya itu, Miliarder dan juga manajer investasi asal Amerika Serikat yang juga pendiri perusahaan manajemen investasi, Ray Dalio telah memberikan gagasan positif terkait kripto. Setelah di tahun lalu ia cukup menentang terkait keberadaan kripto karena faktor volatilitasnya yang tinggi, beberapa hari lalu ia berpendapat bahwa ia sangat terkesan dengan performa kripto dan mengaku bahwa ia memiliki portofolio di Bitcoin dan Ethereum. Tidak hanya dia, Kepala ekonom IMF juga memberikan positive statement terkait kripto.

Gopinath menghimbau negara untuk tidak melarang kripto dan lebih menganjurkan untuk memberikan regulasi terkait penggunaan kripto mengingat masyarakat sudah banyak yang berminat terhadap investasi ini.

“Dengan adanya beberapa kabar positif tersebut, saya yakin market kripto akan berangsur membaik untuk beberapa waktu ke depan. Sebenarnya momen saat market merah bisa dimanfaatkan oleh para investor untuk menambah pundi pundi kripto mereka. Saya selalu menekankan pentingnya investor untuk menggunakan uang dingin ketika bertransaksi aset kripto. Jika mereka menggunakan uang dingin, adanya penurunan di pasar saya rasa itu bukan masalah yang besar. Investor bisa membeli di momen saat harga sedang murah dan menjualnya ketika di harga tinggi sehingga bisa mendapatkan cuan,” jelas dia.

“Menambahkan juga terkait performa Bitcoin sebagai aset kripto pertama jika dilihat secara year to year, pada Desember tahun 2020 harga Bitcoin menyentuh angka 400 juta rupiah dan sekarang harganya sudah menyentuh di kisaran 600 juta rupiah. Bahkan Bitcoin sempat menembus rekor tertinggi pada bulan November lalu di angka 968 juta rupiah. Ini membuktikan bahwa bitcoin serta aset kripto bukanlah investasi jangka pendek dan merupakan komoditas digital yang kian menarik untuk di miliki,” tambahnya.

Sebagai pedagang fisik aset kripto yang sudah berada di bawah payung hukum Kementerian Perdagangan dan BAPPEBTI sebagai regulator, investor bisa mulai untuk membeli aset kripto di Indodax dari harga 10.000 rupiah saja. (Uli)

loading...