Meski Pandemi, Bisnis PC Intel Naik di Tahun 2020

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 24 Februari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Perusahaan chipset Intel menyebut bahwa bisnis PC besutannya meningkat sekitar 33 persen. Menurut laporan Q4 2020, angka ini senilai USD 2,6 miliar lebih tinggi dari target.

Disebut bahwa bisnis PC Intel naik karena pendapatan notebook tumbuh sebesar 30 persen. Client Computing Group Intel, yang menampung produk PC mencapai pendapatan USD 10,9 miliar selama kuartal tersebut atau naik 9 persen dibandingkan tahun lalu.

Menariknya, harga rata-rata notebook turun sekitar 15 persen dari biasanya. Dengan begitu, orang-orang tetap membutuhkan unit baru pada masa pandemi tetapi juga tak ingin membayar mahal.

Dikutip dari Merdeka.com (23/02/2021), perusahaan melaporkan pendapatan USD 20 miliar untuk kuartal keempat, dengan keuntungan USD 5,9 miliar. Angka-angka itu sebenarnya turun masing-masing 1 persen dan 15 persen dari tahun lalu, tetapi perusahaan masih merayakannya.

Penjualan PC Intel yang kuat, bersama dengan lonjakan 39 persen yang mengejutkan di divisi teknologi self-driving Mobileye, membantu perusahaan melampaui ekspektasi pendapatan dari Oktober sebesar US$ 2,6 miliar.

Intel tidak merilis panduan setahun penuh untuk tahun 2021 hingga CEO barunya, Pat Gelsinger, mengambil alih kepemimpinan pada Februari mendatang. Tetapi untuk saat ini, perusahaan mengharapkan pendapatan kuartal pertama mencapai sekitar USD 17,5 miliar.

Tren di 2021

Sementara itu, Analis di Canalyst, Ishan Dutt mengatakan, ekosistem penjualan akan semakin menarik di 2021. Hal ini melihat pada vendor PC yang menyediakan inovasi menarik.

“Inovasi dalam chipset, sistem operasi, konektivitas, dan faktor bentuk akan menjadi pusat perhatian karena industri PC melayani lebih banyak pelanggan yang membawa serta perilaku dan kasus penggunaan baru,” Kata Ishan.

Ia meyakinkan, sebagian besar kendala yang dihadapi akan teratasi pada paruh kedua tahun ini.

“Industri PC bergerak dengan sangat cepat untuk memenuhi basis pengguna yang baru ditemukan. Sementara kekurangan pasokan terus menekan pasar dalam jangka pendek, Canalys yakin sebagian besar masalah akan hilang pada paruh kedua tahun 2021,” pungkasnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: