Merugi Rp582 Juta, Niat Baik Petani Berbagi Lobak Berakhir Sial

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 8 April 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Dua petani di Tiongkok memutuskan untuk mengizinkan tetangganya untuk mengambil sekantong dua kantong lobak putih yang baru tumbuh. Tapi, mereka tidak menyangka bahwa keputusan itu justru merugikan keduanya senilai ratusan juga rupiah.

Dikutip dari Dream.co.id (06/04/2020), Xu Jiuge bersama temannya awalnya mengizinkan para tetangga untuk memanen lobak di ladangnya bulan lalu. Namun mereka hanya diizinkan membawa dua kantung saja.

Harian Chutian Metropolis Daily memberitakan dua petani ini mengizinkan lobak karena produknya dipuji.  Lobak mereka dipuji karena bisa dijadikan sup hangan di musim dingin. Namun Xu dan temannya tak keberatan jika tetangganya membawa beberapa kantong saja.

Namun niat baik dua petani itu berakhir `bencana`. Berita mereka membagikan lobak gratis menyebar hingga ke luar desa.

“ Mereka ini adalah tetangga kami dan kami tidak menganggap itu adalah masalah besar sehingga kami mengatakan bisa membawa beberapa. Tapi, saya tidak tahu bagaimana itu berkembang menjadi desas-desus bahwa semua lobak kami gratis,” kata Xu.

Keesokan harinya, ladang dua petani sudah dibanjir oleh orang-orang asing. Bahkan ada beberapa warga yang rela menempuh jarak 120 km demi lobak gratis tersebut.

Para petani sudah mencoba menelepon polisi. Tapi tak banyak yang bisa mereka lakukan untuk menahan massa yang terus berdatangan.

“ Kebanyakan mereka datang pada Selasa dari jam 07.00 sampai 22.00. Ada orang-orang di seluruh lapangan. Saya memperkirakan ada 3 ribu orang pada hari itu. Beberapa dari mereka telah melakukan perjalanan sepanjang 120 km,” kata dia.

Rugi Rp582 Juta

Dicurigai, beberapa pengambil menyebarkan “ pembagian” lobak di media sosial dan mengundang teman-temannya untuk bergabung.

Dua petani malang itu hanya bisa duduk menyaksikan panen 500 ton lobak menguap begitu saja.

Kerugian yang ditimbulkan mencapai US$42 ribu (Rp582,08 juta).

Tapi, dua petani ini tak terlalu sedih. Kepada wartawan, mereka memutuskan untuk melihatnya sebagai amal. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya