Meresmikan Koperasi Produsen Kopi Di Tasikmalaya Wamentan Ingin Maksimalkan Hilirisasi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 7 Januari 2022

Indolinear.com, Tasikmalaya – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi meresmikan koperasi produsen kopi Karya Al Mahmud Mubarok (Kalam) di Perum Balananjeur, Desa Sukamantri Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (6/1/2022).

Menurut Ketua Dewan Penasihat Koperasi Kalam, Achyadi Yusuf koperasi yang didirikan pada 10 September 2021 ini, merupakan koperasi yang dijalankan dengan sistem korporasi.

Ia menambahkan kehadiran koperasi ini nantinya akan berperan sebagai off taker guna memacu proses olahan biji kopi Java Arabika Sukapura khas Tasikmalaya.

“Koperasi ini akan kami jalankan dengan sistem korporasi sebagai off taker dengan bekerja sama dengan kelompok tani. Pada tahap awal kami sudah melakukan MoU dengan Gapoktan dan tempat pengolahan kopi Jangihe untuk menyerap kopi petani,” ujar Yusuf.

Yusuf pun berharap dengan diresmikannya koperasi ini dapat berkontribusi terhadap budidaya kopi di Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian kantor koperasi produsen ini dalam rangka memacu sektor pertanian agar lebih bergairah lagi.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran yang penting dalam menjaga ketahanan pangan hingga perekonomian nasional.

Tahun 2020 misalnya, pertanian mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) secara nasional hingga 16,24 persen. Kemudian, sepanjang tahun 2021 kemarin, sektor pertanian telah banyak melakukan ekspor komoditas ke berbagai negara.

“Ini semua dalam rangka memacu sektor pertanian lebih bergairah lagi, menggiatkan sektor pangan kita,” katanya, dilansir dari Tribunnews.com (06/01/2022).

Wamentan Harvick menuturkan bahwa kopi merupakan komoditas yang sudah berkelanjutan.

Pasalnya, komoditas ini sudah dikenal secara luas baik di pasar lokal maupun internasional.

Namun memang perlu lebih dimaksimalkan lagi pada hilirisasinya agar memiliki nilai tambah yang baik.

Harvick pun mengajak kepada para petani kopi di Tasikmalaya untuk berani menjajakan produk kopinya di pasar global.

“Kalau kopi ini sustainable, tinggal bagaimana kita memaksimalkan hilirisasinya. Kopi ini juga sudah dikenal secara luas di internasional,” ucapnya.

Soal pemasaran, Wamentan pun menyebut akan melibatkan Atase Pertanian Kementan (ATAN).

Menurutnya, para Atase tersebut nantinya dapat membantu untuk membuka peluang memasarkan produk kopi petani di pasar internasional.

“Saya sampaikan, kita punya ATAN, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Bawa aja dulu sampel kopinya, ga perlu G2G dulu, nanti kalau repeat ordernya bagus baru kita cek regulasinya seperti apa yg berlaku di negara potential buyer,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Tasikmalaya, yang diwakili Sekretaris Daerah, Moh. Zen dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Apip Ifan Permadi, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Selain itu, hadir pula Kepala Balai Karantina Pertanian Jawa Barat, Ahmad Rizal Nasution, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan, Dedi Jun, Koordinator Koperasi Pertanian Direktorat Pembiayaan Kementan, Rina Suprihati. (Uli)