Mercedes-Benz E-Class Dan S-Class Kini Dirakit Di Bogor

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 6 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Mercedes-Benz E-Class dan S-Class kini diproduksi di pabrik Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Hadirnya dua sedan mewah yang diproduksi PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) bersama PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) menunjukkan komitmen serius pabrikan Jerman tersebut di Indonesia.

Mercedes-Benz mengklaim bahwa mereka adalah perusahaan mobil Eropa yang berinvestasi dan merakit kendaraan di fasilitasnya sendiri di Indonesia.

“Kami merasa terhormat bahwa Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, dan Dirjen ILMATE, Kementerian Perindustrian telah menyaksikan peluncuran produksi S-Class baru dan E-Class baru. Sedan mewah baru dari Mercedes-Benz menjadi tolok ukur di kelasnya masing-masing dan kami bangga produk baru ini dirakit di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang”, ujar Choi Duk Jun, Presiden Direktur, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia dalam keterangannya, dilansir dari Liputan6.com (04/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia dan perwakilan Kementerian Perindustrian diundang ke fasilitas produksi PT MBI untuk plant tour yang dipimpin oleh Patrick Schwind, Presiden Direktur PT MBI.

“Kami sangat bangga – bahkan selama pandemi – kami telah berhasil merakit S-Class baru dan E-Class baru. Mercedes-Benz S-Class adalah limusin mewah terkemuka di segmennya dan kami telah berhasil menerima “Green Quality Release” dari auditor independen untuk perakitan kendaraan ini di Indonesia. Kami melanjutkan jalan kami untuk merakit kendaraan Mercedes-Benz berkualitas tinggi dengan mengikuti standar kualitas bersertifikat. Kami bangga memiliki sekelompok talenta yang sangat termotivasi dan bersemangat dalam merakit mobil Mercedes-Benz untuk pelanggan Indonesia kami,” ucap Patrick.

Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia dimulai pada 1970 saat perusahaan manufaktur dan perusahaan distribusi resmi berdiri. Namun kehadiran merek Benz sendiri sudah hadir jauh lebih lama.

Kendaraan bermotor pertama di Nusantara adalah Benz Victoria Phaeton yang dimiliki oleh Soesoehoenan Solo, Pakoeboewono X yang membeli kendaraan tersebut pada 1894.

Pada 1973 mobil pertama Mercedes-Benz pertama yang dirakit di Indonesia adalah generasi W 115, pendahulu E-Class, yang juga dikenal sebagai “mini”. Model lainnya adalah W 126 yang dikenal sebagai “eagle” yang merupakan sedan limusin termewah pada saat itu, pada tahun 1979.

Pada tahun 1978, pembangunan pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang dimulai dan operasi dimulai pada tahun 1982. Salah satu model pertama yang dirakit di sini adalah G-Class atau “G-Wagon” yang ikonik.

Saat ini, PT MBI beroperasi di area seluas 411.000 meter persegi, dan memproduksi kendaraan berkualitas tinggi yang diharapkan oleh pelanggan cerdas dari Mercedes-Benz.

10 model Mercedes-Benz dirakit di pabrik di Wanaherang, ditujukan untuk pasar Indonesia: sedan A-Class, C-Class, E-Class dan S-Class, serta SUV GLA, GLC, GLE dan GLS, dan AMG A 35 Sedan dan GLA 35.

“Kami percaya bahwa dengan S-Class baru dan E-Class baru, kami dapat terus memberikan Best-Customer-Experience atau Pengalaman Pelanggan Terbaik dengan produk unggulan. Sementara E-Class baru kini hadir dengan lebih banyak kemudahan dan peralatan keselamatan, S-Class hadir dengan teknologi canggih dan kenyamanan tertinggi yang patut dicontoh. Permintaan sedan mewah Mercedes-Benz ini meningkat secara signifikan sejak diluncurkan ke pasar. Kami juga berterima kasih kepada para pemangku kepentingan dan mitra bisnis kami yang telah berkontribusi pada kesuksesan kami sejauh ini tahun ini,” kata Choi

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas dukungan kuatnya sehingga Mercedes-Benz Indonesia dapat melanjutkan kegiatan produksinya selama masa pandemi. Sebagai satu-satunya perusahaan otomotif Eropa di Indonesia yang memiliki fasilitas produksi sendiri, kami tetap fokus untuk merakit 10 model yang berbeda, dibuat dengan tangan oleh talenta kami yang sangat terampil dan terlatih di lini produksi,” ujar Patrick.

Mewujudkan Keinginan Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan keinginannya agar para pemilik merek otomotif premium di Indonesia melakukan pendalaman struktur manufaktur serta menambah investasi di Indonesia.

Ini setelah dirinya melihat hasil penjualan merek premium di pameran otomotif beberapa waktu lalu menyentuh angka fantastis.

“Ini membuat kami (Kemenperin) terus mempelajari, karena marketnya artinya sudah banyak. Itu yang kita dorong adalah pendalaman struktur manufakturnya harus lebih banyak dilakukan di Indonesia,” ucap Agus saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain itu pada Oktober 2021, Agus juga melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Pada lawatannya tersebut, Menperin bertemu dengan Daimler AG (Mercedes-Benz) dan memaparkan peluang investasi di Tanah Air bagi produsen kendaraan kelas premium dari Eropa, termasuk potensi sebagai basis pengembangan teknologi kendaraan zero emission.

Soal fasilitas produksi ini, Mercedes-Benz sudah mendirikan satu pabrik di kawasan Asia Tenggara yakni Thailand. Pabrik ini membuat baterai untuk berbagai produk ramah lingkungan pabrikan berlogo bintang tersebut.

Investasi di Thailand bahkan tembus 100 juta Euro untuk menangani permintaan kendaraan ramah lingkungan berbasis baterai dan PHEV di Thailand.

Apakah akan menambah fasilitas di Indonesia? Meski terbilang sulit untuk diwujudkan namun kemungkinan tersebut tetap terbuka karena pemerintah saat ini memberikan beragam regulasi untuk mempercepat Indonesia mencapai target emisi di 2030 mendatang. (Uli)