Menteri Trenggono Meminta Politeknik KKP Perkuat Minat Wirausaha Terhadap Peserta Didik

FOTO: tribunnews.com/indolinear,com
Sabtu, 31 Juli 2021
loading...

Indolinear.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta satuan pendidikan lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat minat wirausaha bagi para peserta didik.

“Potensi yang dimiliki taruna-taruni Politeknik KP harus dapat dikembangkan dan dipasarkan secara luas. Saya mendorong taruna-taruni beserta alumni untuk dapat mengembangkan showcase produk wirausaha kelautan dan perikanan,” kata Trenggono dalam kunjungannya ke Politeknik KP Jembrana, dilansir dari Tribunnews.com (30/07/2021).

Dia berharap produk wirausaha ini bisa diadaptasi untuk menjadi pondasi startup.

“Para taruna dan alumni kita harap meningkatkan kreativitas dan nilai produksi olahan ikan karya mereka agar lebih bernilai jual dan diminati pasar,” kata Trenggono.

Menteri Trenggono menyampaikan, agar para alumni politeknik membuat kelompok wirausaha.

Untuk itu, dia berharap pihak kampus dapat terus melakukan pembinaan serta mencarikan akses permodalan dan pemasaran.

Pihaknya turut mengapresiasi langkah Politeknik KP Jembrana yang telah memfasilitasi para peserta didik untuk membentuk kelompok-kelompok wirausaha.

Dimana produk-produk tersebut sudah dipasarkan secara online di e-commerce.

Namun demikian, Menteri Trenggono berpesan, meski kerja sama dengan koperasi pegawai tapi agar kegiatan usaha budidaya tersebut harus digunakan dalam mendidik taruna untuk berwirausaha.

Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan BRSDM Bambang Suprakto mengatakan, pihaknya memprioritaskan anak-anak pelaku utama kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam

Saat ini mereka mendapat kuota 50 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik di satuan pendidikan KKP.

“Jumlah tersebut ke depannya akan ditingkatkan lagi secara bertahap. Selama proses pendidikan para taruna diberikan penguatan karakter, pola pembelajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan teaching factory dan pembekalan kewirausahan,” katanya. (Uli)