Menteri Prancis Bela Perempuan Berjemur Bertelanjang Dada Di Pantai

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 28 Agustus 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Prancis membela warganya yang berjemur bertelanjang dada setelah polisi meminta sekelompok perempuan di pantai Mediterania untuk berpakaian.

Para petugas di pantai Sainte-Marie-La-Mer mendekati tiga perempuan yang bertelanjang dada, menyusul keluhan dari keluarga yang sedang berlibur.

Insiden itu menimbulkan reaksi keras terhadap para petugas, seperti dikutip dari Merdeka.com (27/08/2020).

Mendukung para perempuan tersebut, Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, berkicau di Twitter: “Kebebasan adalah komoditas yang berharga”.

Dia mengatakan, salah meminta para perempuan tersebut mengenakan pakaian.

Siaran pers yang diunggah di Facebook oleh kepolisian Pyrenees-Orientales mengatakan insiden itu terjadi pekan lalu.

Dua petugas meminta tiga orang di pantai untuk menutupi dada mereka, setelah ada permintaan dari keluarga yang prihatin karena adanya anak-anak di pantai tersebut.

“Didorong keinginan untuk menciptakan ketenangan, polisi bertanya kepada orang-orang terkait apakah mereka akan setuju untuk menutupi dada mereka setelah polisi menjelaskan alasannya,” jelasnya.

“Tidak ada peraturan kota yang melarang praktik ini (berjemur telanjang dada) di Sainte-Marie-la-Mer.”

Tindakan mereka memicu gelombang kritik di dunia maya. Beberapa pihak mempertanyakan gelombang “kehati-hatian” yang melanda Prancis, sementara yang lain mempertanyakan apakah praktik tersebut sekarang dilarang.

Juru bicara polisi Letkol Maddy Scheurer menyalahkan “kecerobohan” kedua petugas atas insiden tersebut.

“Anda akan selalu melihat saya berseragam,” tulisnya.

“Tetapi praktik tanning (penggelapan kulit) tanpa penutup dada diperbolehkan di pantai Sainte-Marie-la-Mer.”

Sementara Darmanin mengatakan keliru meminta perempuan tersebut berpakaian, dan mengatakan “normal bagi pemerintah untuk mengakui kesalahannya”.

Tidak dilarang berjemur bertelanjang dada di Prancis, meskipun otoritas lokal dapat melarang praktik tersebut dengan arahan tentang pakaian.

Sebuah survei oleh situs web VieHealthy pada tahun 2019 menunjukkan praktik tersebut kurang umum di Prancis sekarang daripada di masa lalu, dan kurang umum dibandingkan di negara-negara Eropa lainnya.

Survei tersebut mengatakan 22 persen perempuan Prancis yang ditanyakan berjemur bertelanjang dada dibandingkan dengan 48 persen perempuan Spanyol dan 34 persen perempuan Jerman. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: