Mentan Mengajak Generasi Muda Tangerang Untuk Bertani

kabar6com/indolinear.com
Sabtu, 6 Oktober 2018

Indolinear.com, Kab. Tangerang – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaeiman meluncurkan inovasi teknologi mekanisasi pertanian modern mendukung revolusi industri 4.0, di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Banten.

Dalam peluncuran tersebut, Amran didampingi oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Dalam sambutannya, Amran mengungkapkan pihaknya berinisiatif menggenjot produktivitas pertanian dengan meluncurkan Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian.

Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi.

“Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut juga Industri 4.0, ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Ke depan, olah lahan, tanam, panen, hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah,” ujarnya, dilansir dari Kabar6.com (05/10/2018).

Amran mengatakan, teknologi berupa alat dan mesin pertanian yang modern menjadi salah satu kunci untuk menggaet generasi muda tertarik terjun ke sawah dan menjadi petani. Terlebih, banyak lembaga pendidikan pertanian yang saat ini sudah cukup baik.

“Paradigma baru adalah pertanian modern. Dengan menggunakan traktor, bisa telpon sambil tanam padi. Petani muda lebih tertarik daripada menggunakan cangkul,” ujarnya.

Ia pun mendorong para generasi muda untuk menggarap lahan pertanian jika ingin sukses di masa depan. Pasalnya, Amran menyebut dari 10 konglomerat yang ada di Indonesia, delapan diantaranya mendapatkan kekayaan dari pertanian.

“Anak muda kalau mau jadi konglomerat, jadilah petani milenial,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, peluncuran program ini bukan semata-mata pemberian bantuan kepada para petani mengenai alat-alat pertanian. Lebih dari itu, program ini bertujuan merubah mindset para pemilik lahan dan petani di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Pelajar Di Balaraja Menggalang Dana Korban Bencana Sulteng

“Bukan traktornya, tapi lebih kepada bagaimana merubah mindset petani dan pemilik ladang untuk kemudian merevitalisasi lahan yang terbatas ini agar bisa menghasilkan produk bernilai jual tinggi seperti Cabe, buah-buahan dan sayur mayur,” tandasnya. (Uli)

%d blogger menyukai ini: