Menolak Pulang Setelah Sembuh, Satu Keluarga ‘Kuasai’ Kamar Rumah Sakit

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Sabtu, 20 Maret 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Umumnya, pasien ingin segera keluar dari rumah sakit begitu dinyatakan sembuh oleh dokter karena takut kena tagihan mahal.

Begitu juga sebaliknya, rumah sakit terkadang harus menahan pasien yang belum bisa melunasi pembayaran biaya pengobatan dan kamar.

Namun yang terjadi di sebuah rumah sakit di Beijing, China, ini terbilang aneh dan bikin netizen tepuk jidat.

Rumah sakit justru berusaha mengusir seorang pasien keras kepala yang tidak mau pulang lantaran berselisih paham soal biaya pengobatan, dilansir dari Dream.co.id (18/03/2021).

Saat Waktunya Membayar, Mulai Berulah

Semua kekacauan ini berawal pada tahun 2014, ketika pria bermarga Tian diantar ke rumah sakit. Tian mengeluh mual, muntah dan susah berjalan.

Orangtuanya mengantar pemuda tersebut ke rumah sakit. Selama dirawat, orangtuanya dengan sabar menunggui Tian.

Tian seharusnya hanya dirawat beberapa hari di sana. Tapi saat diperbolehkan pulang dan harus membayar sejumlah tagihan, Tian mulai berulah.

Kamar Rumah Sakit Dijadikan Tempat Tinggal

Dia kaget karena harus membayar biaya pengobatannya. Selain itu dia menuduh rumah sakit memberikan pelayanan yang buruk dan menolak pulang.

Aksi Tian membuat rumah sakit jadi serba salah. Yang lebih mengejutkan, Tian dan orangtuanya mengubah kamar rumah sakit menjadi tempat tinggal.

Mereka membawa bahan makanan dan barang pribadi lainnya ke dalam kamar rumah sakit. Mereka bahkan memasukkan panci dan wajan untuk memasak.

Tian akhirnya tinggal di sana selama enam tahun bersama orang tuanya. Mereka bahkan merayakan Tahun Baru Imlek di kamar tersebut.

Tuntutan Dibalas dengan Tuduhan

Rumah sakit terpaksa menyeret keluarga aneh itu ke pengadilan dalam beberapa kesempatan.

Mereka bahkan membebaskan tuntutan biaya medis sebesar 1,26 juta yuan (Rp2,7 triliun) pada 2019 agar Tian dan orangtuanya pergi.

Rumah sakit kemudian berusaha membuktikan bahwa Tian tidak membutuhkan pertolongan medis, dan harus keluar dari kamarnya.

Masalahnya, Tian dan orangtuanya menggunakan fasilitas rumah sakit yang seharusnya dipakai untuk merawat pasien yang sebenarnya.

Namun, tahun lalu Tian membalas pihak rumah sakit dengan tuduhan telah melakukan kelalaian secara medis, dan kisah ini pun berlanjut.

Akhirnya Bersedia Pergi dengan Kompensasi

Kisah aneh ini berakhir pada minggu lalu, ketika Tian dan orangtuanya akhirnya bersedia untuk pindah dari kamar tempatnya tinggal.

Minggu lalu, Hakim Luo Shengli dari Pengadilan Rakyat Distrik Xicheng memutuskan bahwa Tian dan orang tuanya harus meninggalkan bangsal rumah sakit tempat mereka tinggal selama enam tahun terakhir. Tetapi mereka juga berhak atas kompensasi dari rumah sakit.

Keluarga itu menerima kompensasi senilai 480.000 yuan (sekitar Rp1 miliar), dan setuju untuk keluar rumah sakit. Mereka dibawa pulang dengan ambulans rumah sakit. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: