Menlu AS Akui Melakukan Dialog Strategis Dengan Indonesia

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 5 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa ia sedang meluncurkan ‘dialog strategis’ antara AS dan Indonesia dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Saat bertemu Retno di Departemen Luar Negeri AS, kata dia, dialog antara kedua negara telah disepakati sejak beberapa tahun lalu, namun sebenarnya ‘baru dimulai’ pada pertemuan mereka di Washington, Selasa kemarin.

“Indonesia adalah mitra demokrasi yang kuat bagi AS, kami bekerja sama di banyak bidang yang berbeda,” kata Blinken.

Retno mengatakan kemitraan yang kuat antara AS dengan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di 10 negara ASEAN akan menjadi aspek kunci bagi peningkatan keterlibatan AS di kawasan.

Menurut Retno, AS adalah salah satu mitra penting bagi ASEAN dalam mengimplementasikan pandangannya untuk Indo-Pasifik.

“Adalah harapan saya dan pemerintah Indonesia, untuk memajukan hubungan bilateral dengan AS dari kesehatan ke SDGs (Sustainable Development Goals), dari pendidikan, ekonomi, dan seterusnya,” kata Retno.

Dikutip dari Trubunnews.com (04/08/2021), Blinken menyampaikan bahwa AS tidak hanya menantikan kepemimpinan Indonesia di G20 tahun depan.

Namun juga perbincangan lanjutan untuk membahas perdagangan, investasi bilateral, masalah serta tantangan regional di mana kedua negara bekerja sama secara erat.

Blinken menekankan bahwa dirinya dan Retno berencana untuk membahas mengenai virus corona (Covid-19) dan menyebut bahwa AS baru-baru ini menambahkan 3,5 juta dosis vaksin menjadi 4,5 juta yang telah diberikan kepada Indonesia.

Selain itu, ia menyebut kedua negara juga bekerja sama dalam pengadaan oksigen dan terapi.

Pembicaraan Blinken dengan Retno ini dilakukan menjelang partisipasinya dalam pertemuan tingkat menteri yang dilakukan secara virtual antara AS dan blok tersebut.

Blinken turut ambil bagian dalam pertemuan sepekan dengan rekan-rekan regional.

Ini merupakan bagian dari upaya AS untuk menunjukkan keseriusannya terlibat di Asia Tenggara untuk melawan pengaruh China yang meluas. (Uli)