Menkominfo sebut 5G Menjadi Tulang Punggung Transformasi Digital

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 18 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan kebutuhan untuk menyiapkan penerapan jaringan 5G yang akan menjadi tulang punggung transformasi digital di Indonesia adalah keniscayaan.

Hal itu berdasarkan data dari Bank Indonesia. Data itu mengindikasikan hingga Agustus 2020 terdapat 140 juta total transaksi e-commerce di Indonesia.

“Yang juga tetap kuat meskipun terjadi pandemi, dengan pertumbuhan dua digit pada 10,83 persen pada kuartal kedua dan 10,61 persen pada kuartal ketiga tahun 2020 tahun-ke- tahun, seperti yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” ungkap Johnny, dilansir dari Merdeka.com (17/12/2020).

Johnny melanjutkan, jaringan 5G akan menjadi game changer atau pengubah permainan dengan dampak yang luas pada konektivitas di Indonesia. Bahkan menjadi tulang punggung transformasi digital dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

“Kami percaya bahwa kami harus bekerja keras untuk melaksanakan tugas besar kami dalam mengadopsi teknologi baru, untuk meningkatkan produktivitas kami melalui jaringan 5G dalam waktu dekat,” tegasnya.

Menurut Menteri Kominfo saat ini digitalisasi dan konektivitas sudah memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan kesetaraan peluang, akses dan inklusi, dan 5G akan mempercepatnya.

“Pemerintah Indonesia telah menginisiasi beberapa kebijakan dan tindakan afirmatif untuk mendorong percepatan pengenalan 5G di Indonesia,” tegasnya.

Infrastruktur Disebut Terus Dikembangkan

Menurut Menkominfo, hingga saat ini Pemerintah Indonesia telah membangun lebih dari 348.000 kilometer kabel serat optik darat dan bawah laut. Termasuk lebih dari 12.000 kilometer Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring BAKTI Kominfo.

“Infrastruktur digital terus kami perbaiki, termasuk di semua desa yang belum terjangkau koneksi 4G. Namun, tugas utama untuk memastikan 4G yang memadai, dapat diakses, dan terjangkau sebagai dasar untuk mengembangkan jaringan 5G tetap relevan,” ungkapnya.

Saat ini Pemerintah sedang berupaya untuk mempercepat inisiatif alokasi spektrum 5G. Upaya itu dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan spektrum frekuensi 2.047 MHz guna pemanfaatan jaringan seluler broadband baik 4G maupun 5G pada tahun 2024 di semua lapisan.

“Sangat penting untuk menanam dan menumbuhkan kembali spektrum 5G untuk memenuhi permintaan spektrum frekuensi 2.047 MHz. Band kandidat yang ada dan yang baru di lapisan cakupan (di bawah 1 GHz): 700/800/900 MHz. Kemudian lapisan kapasitas (antara 1-6 GHz): 1.8 / 2.1 / 2.3 / 2.6 / 3.3 / 3.5 GHz, dan lapisan data super (di atas 6 GHz): 26/28 GHz,” jelasnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: