Menkominfo: Indonesia Jadi Negara Pengguna Satelit Terbesar Di Asia

Senin, 20 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebutkan Indonesia merupakan negara yang memanfaatkan satelit terbesar di Asia. Hal itu dikemukakan pada forum Asia Tech x Summit Singapore 2022: Technology, Society and The Role of Policy.

“Indonesia menjadi negara pemanfaatan satelit terbesar di Asia paling besar dengan kapasitas terbesar satelit yang digunakan. Termasuk peluncuran dua satelit terbesar yaitu SATRIA-1 dan Hot Backup Satellite berkapasitas total sebesar 300 Gbps,” kata Johnny, dilansir dari Merdeka.com (19/06/2022).

Dirinya melanjutkan, selain satelit, pihaknya juga menyebut telah melakukan banyak pembangunan jaringan tulang punggung baik di darat maupun di laut. Pihaknya terus menggelar pembangunan infrastruktur digital dalam tiga lapisan di seluruh nusantara. Pada lapisan backbone, Indonesia saat ini memiliki jaringan serat optik dengan total panjang 459.111 kilometer, termasuk 12.399 kilometer serat optik yang dibangun oleh pemerintah.

“Kami juga sedang mempersiapkan penggelaran tambahan 12.083 kilometer serat optik pada tahun 2024 untuk mengintegrasikan jaringan nasional yang belum terhubung,” jelas dia.

Di middle-mile, terdapat 9 satelit, microwave link, dan jaringan fiber-link yang saat ini digunakan untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi dan digital. Lapisan ini juga akan didukung oleh Satelit High Throughput berkapasitas 2 x 150 Gbps yaitu SATRIA-I dan Hot Backup Satellite (HBS) dengan kapasitas gabungan 300 Gbps.

“Pembangunan itu untuk menyediakan akses internet bagi 150.000 fasilitas umum yang terdiri dari 93.000 sekolah, 47.900 gedung pemerintahan, 3.370 fasilitas kesehatan umum dan 3.900 fasilitas keamanan publik,” terangnya.

Menkominfo juga menyatakan dalam last-mile layer, dari total 83.218 wilayah pedesaan di Indonesia, upaya untuk mempersempit kesenjangan digital telah dilakukan dengan mengkoneksikan jaringan 4G di 70.670 wilayah pedesaan.

“Hingga tahun 2024, kita harapkan seluruh wilayah pedesaan dapat terkoneksi dengan layanan jaringan 4G melalui pembangunan BTS 4G yang saat ini sedang terus dilakukan. Inisiatif ini selanjutnya akan menambah 500.000 BTS yang ada di seluruh negeri,” jelasnya. (Uli)

Berita Menarik Lainnya

loading...