Menkominfo Himbau Gunakan Layanan Telekomunikasi Untuk Kebutuhan Prioritas

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 27 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Selama pemulihan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) rute Merauke-Timika, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama PT. Telkom Indonesia memprioritaskan layanan telekomunikasi voice dan internet.

Oleh karena itu, Menkominfo Johnny G. Plate mengimbau masyarakat yang berada di wilayah Papua memanfatkan jaringan telekomunkasi untuk kepentingan prioritas terlebih dahulu.

“Kominfo dan PT Telkom akan menyiapkan ini untuk kebutuhan-kebutuhan yang spesifik, sehingga layanan telekomunikasi tetap berlangsung dengan baik walaupun tidak sebesar seperti yang disediakan melalui jaringan tulang punggung,” jelasnya dalam Konferensi Pers, dilansir dari Merdeka.com (26/05/2022).

“Ini adalah bagian dari keterbukaan dan dengan tujuan agar jangan sampai informasi berkembang tidak beraturan atau tidak dengan dasar yang benar,” tandasnya.

Menkominfo menyatakan tetap memantau kualitas layanan telekomunikasi di kawasan Papua agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sampai pemulihan dilakukan. Sebelumnya, Kementerian Kominfo bersama PT. Telkom Indonesia telah menyiapkan jaringan alternatif untuk mitigasi gangguan SKKL Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) milik PT. Telkom Indonesia rute Merauke-Timika.

Menurut Menkominfo, saat terjadi gangguan SKKL Merauke-Timika, kapasitas kebutuhan traffic diperkirakan sebesar 42 GB. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo dan PT Telkom Indonesia telah menyiapkan jaringan alternatif sebagai langkah mitigasi.

“Recovery dilakukan dengan memanfaatkan back up link sebesar 3,25 GB. Dari Palapa Ring sebesar 1,25 GB dan satelit sebesar 2 GB,” tandasnya.

Saat ini Kementerian Kominfo dan PT Telkom Indonesia memperkirakan akhir bulan Mei 2022, perbaikan gangguan SKKL Mearuke-Timika akan selesai.

“Diharapkan selesai pada tanggal 26 Mei sebelum akhir bulan ini. Dengan demikian, kita harapkan layanan transmisi data dapat berlangsung dengan baik,” jelas Menkominfo. (Uli)

loading...